Ketik disini

Metropolis

Meterisasi Tertunda, Ada Apa?

Bagikan

MATARAM – Program meteriasi lampu penerangan jalan umum (PJU) tahun 2015 tertunda. Poryek ini batal dilaksanakan. Akhirnya dana Rp 1 miliar lebih yang sudah dialokasikan diluncurkan lagi tahun ini.

a�?Usulan kita di 2015 untuk meterisasi tertunda, kita sudah anggarakan satu miliar untuk itu,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin(20/5).

Dari laporan yang diterima, pelaksanaan meterisasi tertunda karena ada masalah teknis di PLN. Sehingga tidak bisa memenuhi permintaan Pemkot Mataram. Untuk program meterisasi PJU, PLN-lah yang mengerti secara teknis pelaksanaan di lapangan. Mereka yang mengatur pemasangan aliran daya pada lampu-lampu. Pemerintah tentu tidak bisa terlibat sejauh itu.

Terkait penundaan ini, Mohan menyesalinya. Sebab program meterisasi dibutuhkan untuk menghemat ongkos daya PJU. Untuk 8 ribu titik lampu PJU, tiap bulan Pemkot Mataram harus membayar Rp 2,1 miliar ke PLN. Sekitar Rp 25,2 miliar lebih per tahun.

Jumlah ini dinilai tidak masuk akal. Apalagi kalau melihat beban PJU yang harus dibayarkan daerah lain. Misalnya saja Bogor. Daerah itu hanya membayar Rp 1,2 miliar tiap bulan. Padahal, jumlah PJU nya mencapai 19 ribu titik.

Dari 8 ribu titik PJU, baru 60 persen yang sudah menggunakan sistem meterisasi. Sisanya 40 persen belum. Jika sisanya bisa diatasi semua tahun ini, maka akan sangat signifikan penghematan yang bisa dilakukan. Tapi yang lebih penting adalah semua kawasan di Mataram menjadi terang.

Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah tanggungjawab kepada masyarakat. Dana APBD yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Seberapa besar daya yang dimanfaatkan? Kemudian berapa biaya yang dialokasikan membeli energi? a�?Semua harus terbuka,a�? tegasnya.

Ia berharap di 2016 semua kawasan bisa termeterisasi. Untuk itu ia berharap PLN bisa lebih bekerjasama dengan Pemkot Mataram. Pemerintah mempersiapkan anggaran dengan sungguh-sungguh. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang penerangan jalan.

a�?Kita harapakan PLN untuk mendukung rencana ini. Supaya semua kawasan di Mataram bisa termeterisasi,a�? harapnya.

Terpisah, Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN NTB Fitiah Adriana menjelaskan, untuk program meterisasi harus ada koordinasi dengan pemda dulu. PJU mana yang akan masuk kontrak meterisasi.

Terkait hal ini, PLN dan Pertamanan sudah melakukan pertemuan. Termasuk PJU-PJU yang belum tercover sistem meterisasi sudah didata.

Tertundanya meteriasi tahun lalu disebabkan karena PLN ingin memastikan komitmen dengan pemkot terlebih dahulu. Mau semua menggunakan meterisasi atau tidak. Jika tidak, sebagian harus menggunakan daya kontrak seperti biasa. Masalah ini harus diclearkan, jika menggunakan meterisasi semua terukur, yang tidak terukur berarti PJU liar.

a�?Kalau sudah menggunakan meterisasi semua, di luar (PJU) meterisasi kami potong, kami putus,a�? tegasnya
.
Sehingga untuk meterisasi harus bertahap. Tidak bisa sekaligus. Data titik PJU harus valid dulu untuk menghindari kerugian pada Pemkot Mataram dan masyarakat. Bila lampu-lampu itu tidak masuk data meterisasi PLN bisa memutus.

Akan banyak lampu yang padam. Saat pemasangan lima ribu titik lampu, PJU harus dipadamkan. Dan tidak mungkin dilakukan dalam satu hari. Masyarakat juga pasti akan protes ke pemerintah.

a�?Kita lakukan bertahap untuk mengurangi dampak pada masyarakat, pemda dan PLN,a�? ujarnya.

Ia menyimpulkan, untuk program meterisasi tidak bisa diserahkan kepada satu pihak saja. PLN dan Pemkot Mataram harus sama-sama memiliki komitmen yang kuat. Mempersiapkan dengan segala sesuatu perhitungan yang matang. (ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys