Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Warga Adukan Proyek SPAM ke Polres

Bagikan

KOTA BIMA – Warga Kelurahan Dodu mendatangi Polres Kota Bima, kemarin (20/5). Kedatangan warga yang menamakan diri Aliansi Petani Menggunggat (APM) hendak mengadukan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Dodu.

Kehadiran empat orang perwakilan AMP bukan untuk melaporkan proyek belasan miliar itu. Mereka hanya ingin menemui Kapolres Kota Bima AKBP Ahamd Nurman Ismail. Mereka meminta perwira dua mawar ini menjadi mediator warga dengan Pemkot Bima. Sebab, proyek tersebut telah dipending.

Koordinator APM Muajin A�menjelaskan, pihaknya datang ke polres untuk meluruskan persoalan proyek SPAM di Dodu. Bagi warga, proyek itu masih dianggap bermasalah.

a�?Sekarang proyeknya dipending. Kami menyampaikan informasi itu ke kapolres,a�? katanya usai pertemuan dengan kapolres di Mapolres Kota Bima, kemarin.

Muajin menjelaskan, kehadiran proyek SPAM di Dodu tidak pernah disosialisasikan kepada warga. Pemkot hanya menyampaikan berkaitan dengan proyek mini Dam dan sarana air minum.

a�?Anggaran mini Dam dan sarana air minum Rp 1 miliar lebih. Itu yang disosialisasikan di tengah warga,a�? ungkapnya.

Tapi, realisasinya justru proyek SPAM yang dikerjakan dengan anggaran Rp 16 miliar. Persoalan ini, kata dia, yang disampaikan kepada kapolres. Karena warga Dodu masih menolak keberadaan proyek tersebut.

a�?kami sudah bertemu dengan kapolres. Insya Allah beliau akan memediasi,a�? akunya.

Muajin mengperesiasi kapolres karena bersedia menjadi fasilitator pertemuan. Bahkan, ia berjanji akan berusaha menghadirkan Wali Kota Bima di tengah warga Dodu.

a�?Kehadiran wali kota Bima sangat diperlukan untuk meluruskan informasi di masyarakat,a�? ujarnya.

Selain meminta kapolres memediasi, mereka juga melaporkan pula dugaan pungutan liar (Pungli) . Sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) dipungut biaya untuk keperluan pemasangan saluran air.

Muajin mengaku telah melaporkan orang kepercayaan pemenang tender proyek SPAM di Dodu berinisial MA.

a�?Sudah kami laporkan,a�? aku dia.

Menurut dia, dana yang dipungut tiap warga sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Uang tersebut diduga untuk memuluskan pemasangan saluran air tanpa menggunakan meteran.

a�?Proyek SPAM untuk sementara tidak beroperasi. Tetapi MA memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi,a�? tegasnya.

Sementara, Kapolres Kota Bima AKBP Ahmad Nurman Ismail mengaku, warga Dodu curhat terkait proyek SPAM yang masih dianggap bermasalah.A� a�?Insya Allah keinginan warga akan disampaikan ke Pemkot Bima,a�? katanya, kemarin.

Ia mengakui adanya keinginan warga untuk menghadirkan wali kota ke Kelurahan Dodu. Tujuannya supaya warga Kelurahan Dodu dapat mengerti kehadiran proyek SPAM itu.

a�?Kami hanya memediasi, yang tahu proyek SPAMA� itu pemerintah,a�? tegasnya.

Ia juga mengaku, telah menerima laporan dari warga Dodu terkait dugaan pungli. a�?Laporan itu akan segera diproses,a�? tegasnya. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *