Ketik disini

Metropolis

Mataram Kekurangan Ribuan Kamar

Bagikan

MATARAM– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI tahun 2016 yang terpusat di Kota Mataram, dipastikan membuat Mataram kebanjiran tamu. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Mataram Abdul Latif Nadjib menghitung di atas kertas, jumlahnya mencapai 15 ribu tamu.

Jumlah ini berbanding terbalik A�dengan ketersediaan kamar hotel yang hanya mampu menampung 5.000 orang. a�?Kita dipastikan A�kekurangan tempat, ya sekitar itu (sepuluh ribu kamar),a�? kata Latif.

Bahkan sekelas Hotel Aston yang masih dalam tahap pembangunan, sudah dibooking. Karena itu, Latif mengimbau masyarakat yang punya kamar lebih, bisa berperan aktif. Menyewakan kamar kosong sebagai penginapan untuk tamu.

Sejauh ini, kata dia, khusus penginapan untuk peserta dan dewan juri, sudah tidak ada masalah. Tetapi yang dikhawatirkan membeludak adalah para pendukung masing-masing peserta. a�?Penggembira yang banyak,a�? imbuh dia.

Ia berasumsi, jika satu peserta saja mengajak sanak famili dua sampai tiga orang, maka jumlahnya sudah melonjak tiga kali lipat. a�?Apalagi lebih (bawa pendukung). Tentu kita berharap A�tempat yang representatif dan masuk kualifikasi-lah,a�? ulasnya.

Meski acara tidak terpusat hanya di Kota Mataram, tetapi arenanya tersebar ke Lombok Tengah dan Lombok Barat, namun venue utama ada di Mataram. Ini diperkirakan memicu banyak pendukung memilih tempat tidak jauh dari arena utama.

General Manager (GM) Puri Indah Hotel Eko Yuwono, membenarkan dari 157 kamar yang mereka miliki, 95 persen sudah terisi. Mereka, menyebut 5 persen memang sengaja dibiarkan tidak terisi, untuk para pelanggan tetapnya.

a�?Maunya sih kita isi semua, tapi kita kan punya pelanggan atau member yang kerap pakai hotel kita. Jadi kita siapkan itu untuk mereka,a�? jawab Eko.

Begitu juga dengan GM Golden Tulip Askar DG Kamis. Tak kurang tiga A�provinsi sudah terdata siap memakai layanan hotel mereka. a�?Secara materaisasi (tanda tangan kontrak) memang belum, tapi sudah tiga provinsi yang siap masuk di hotel kami,a�? ungkap Askar.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus GM Lombok Raya I Gusti Lanang Patra membenarkan semua hotel di Kota Mataram, telah mendapat tugas masing-masing melayani para kafilah MTQ. Terutama peserta, panitia, dan dewan juri.

Dari hitung-hitungan di atas kertas, jumlahnya masih bisa terakomodir. Kecuali para penggembira.

a�?Itu dia masalahnya, kalau jumlah penggembira ini kan sulit untuk didata, berapa jumlah pastinya. Tapi, kalau peserta, dewan juri dan panitia, semua sudah dapat tempat,a�? tandas dia. (cr-zad/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *