Ketik disini

Headline Sumbawa

Ngeri, Pengawas Proyek Tewas Ditebas

Bagikan

SUMBAWAA�– Pengerjaan proyek di Jalan By Pass, tepatnya di depan sebuah show room mobil terpaksa dihentikan, Jumat (20/5) malam lalu. Penyebabnya, pengawas proyek sekaligus Humas PT BRL H Mansyur alias H Ancing, 55 tahun tewas ditebas orang tidak dikenal.

Pria warga PPN Bukit Permai, Kelurahan Seketeng meninggal dunia karena mengalami luka parah di bagian tengkuk atau bagian belakang lehernya. Kejadian mengerikan ini berlangsung sekitar pukul 21.00 Wita.

Saat itu korban bersama rekannya sedang mengawasi pengerjaan proyek. Korban dan rekannya duduk di sebuah balai-balai.

Saat sedang asyik duduk, korban tiba-tiba diserang orang yang tidak dikenal. Diduga pelaku menghabisi korban menggunakan parang.

Leher korban ditebas dan mengenai bagian belakang. Akibatnya, korban jatuh bersimbah darah dan meninggal dunia di tempat. Sementara, pelaku langsung melarikan diri.

Melihat korban yang sudah tergeletak, rekannya langsung menghubungi polisi. Tidak lama kemudian anggota Polres Sumbawa tiba di lokasi. Kemudian jenazah korban dilarikan ke Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir untuk keperluan visum.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Tri Prasetiyo mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Sementara ini tiga saksi sudah dimintai keterangan. Tapi, mereka yang saat itu duduk di dekat korban mengaku tidak banyak tahu terkait kasus tersebut.

a�?Salah seorang saksi yang duduk di sebelah korban mengaku tidak melihat,a�? ungkap Tri, Sabtu (21/5).

Menurut keterangan para saksi, saat kejadian mereka mendengar suara. Seperti bunyi tebasan parang. Saksi juga mendengar suara erangan korban. Ketika menoleh, korban sudah bersimbah darah.

Melihat korban terkapar, semua saksi langsung berpencar karena takut. Saksi juga melihat seseorang lari ke arah SPBU di kilometer 4 Jalan Lintas Sumbawa-Bima.

a�?Saat kejadian para saksi mengaku tidak melihat kejadian itu karena gelap,a�? jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya sudah mencari petunjuk di sekitar lokasi. Tapi tidak menemukan senjata yang digunakan untuk menyerang korban. Tri mengungkapkan, berdasarkan keterangan salah seorang saksi, sebelumnya korban sempat cek-cok dengan seseorang melalui handphone.

a�?Ini yang kami dalami juga,a�? aku dia.

Dalam kesehariannya, korban dikenal tegas dengan siapa saja. Tri yang disinggung mengenai kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam, belum berani menyimpulkan. Karena, sementara ini belum ada bukti.

Untuk mengungkap kasus ini, sambung dia, pihaknya akan meminta bantuan dari provider telekomunikasi. a�?Hal ini dilakukan untuk mengetahui isi percakapan korban melalui handphone,a�? tandas dia. (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *