Ketik disini

Headline Metropolis

Perda Parkir Jangan Jadi Pajangan!

Bagikan

Potensi pendapatan dari sektor perparkiran cukup besar. Sayangnya, potensi ini belum dikelola dengan baik. Kini, Pemkot Mataram sudah memberlakukan Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Parkir.A� Apakah perda ini bisa menjadi solusi?

***

RINCIAN mengenai perparkiran di Kota Mataram kini telah diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Parkir. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM Zaini mengatakan, perda ini dirumuskan untuk menertibkan perparkiran yang ada di Kota Mataram. Selain itu perda ini diharapkan sebagai salah satu upaya memaksimalkan potensi PAD dari parkir.

a�?Tujuan utamanya memang penertiban. Karena selama ini parkir di Kota Mataram semrawut dan mengganggu arus lalu lintas yang ada,a�? kata Zaini kepada Lombok Post.

Kalaupun ada tujuan untuk memaksimalkan potensi PAD, menurut Zaini, itu sebagai tujuan lain adanya perda ini. Mengingat tahun ini target Pemkot Mataram meningkatkan target PAD dari parkir. Dari yang sebelumnya hanya Rp 1,5 miliar kini menjadi Rp 2 miliar. Karenanya, kini parkir di Kota Mataram akan ditata lebih tertib dan sistematis.

Tentunya, hal ini juga dibarengi dengan kompensasi jaminan keamanan bagi pemilik kendaraan. Karenanya, dalam salah satu butir perda diatur tentang pemberian ganti rugi sebesar 50 persen dari pengelola parkir jika kendaraan warga hilang saat diparkir. Sebelum mulai diterapkan, perda ini sedang dalam tahap sosialisasi oleh Dishubkominfo melaui UPTD Parkir.

Sopian, salah seorang juru parkir di kawasan Rembiga mengaku sudah dikumpulkan oleh Dishubkominfo melalui UPTD Parkir. Ia mengaku dalam sosialisasi yang digelar di kantor Camat Selaparang, ia mendapat imbauan untuk meningkatkan keamanan kendaraan milik warga. a�?Banyak hal yang kami dijelaskan, termasuk peningkatan keamanan itu,a�? akunya.

Ia sendiri mengaku mendukung keberadaan perda itu asal dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kehadiran Perda Parkir menurutnya juga harus berpihak pada tukang parkir sesuai kapasitasnya. Dalam sehari, Sopian mengaku menyetor ke pihak UPTD Parkir sebesar Rp 40 ribu.

Kepala Dishubkominfo Kota Mataram H Khalid menjelaskan, proses penerapan Perda Parkir saat ini terkendala anggaran. Dana untuk menerapkan perda ini tidak dianggarakan A�tahun ini. a�?Sambil jalan, kita lihat situasinya seperti apa. Karena anggarannya tahun ini tidak ada. Tahun depan baru bisa kami anggarkan,a�? jelas Khalid.

Meski demikian, ia mengaku pasti berupaya menerapkan dan melaksanakan perda ini. Terlepas bagaimana upaya pembiayaannya dari Dishubkominfo Kota Mataram. a�?Jadi nanti yang akan kita tekankan di sini fungsi pengawasan dan pengendalian. Koordinasi dengan aparat keamanan harus lebih dikuatkan jika perda ini harus kami terapkan,a�? jelas Khalid.

Terpisah, mantan Ketua Pansus Perda Parkir DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji mengaku kecewa, karena perda ini tak kunjung dilaksanakan. Ia juga mengkritik pemerintah terlalu banyak alasan. Mulai dari harus menyiapkan peraturan wali kota, penyamaan persepsi tentang titik parkir hingga sosialisasi yang terlalu bertele-tele. a�?Lelet, lambat!a�? kritiknya.

Menurut dia, harusnya penarikan retrebusi parkir sudah mulai dilakukan Per tanggal 15 Maret lalu. Namun, karena ribet oleh aturan sendiri, bukannya PAD bertambah dari sektor parkir. Justru pemkot sibuk membahas persoalan yang dinilainya tidak terlalu substantif.

a�?Perwal kan hanya soal petunjuk teknis, itu bisa dibahas (dibuat) sembari perda parkiran ditarik. Tapi coba lihat apa yang terjadi sekarang, seharusnya retribusi parkir sudah bisa ditarik per tanggal 15 Maret lalu, cukup dengan perda saja, ini malah sibuk bahas titik-titik parkir,a�? ketusnya.

Bagi dia, sederhana saja. Cukup mencetak A�karcis parkir seperti yang telah disebutkan. Tidak perlu sosialisasi, karena pada dasarnya, lanjut dia, Pansus Parkir yang pernah dipimpinnnya sudah jauh-jauh hari bekerja, mensosialisasikan pada masyarakat dan juru parkir terkait aturan penarikan retribusi sektor ini. a�?Ketika reses, kami sudah sosialisasi, jadi sosialisasi apa lagi? Sudah terlalu banyak loh biaya yang kita keluarkan, kok sampai saat ini masih tidak ada hasilnya,a�? kritiknya.

Ia menilai, semua sektor yang berpotensi meningkatkan PAD Kota Mataram harus digenjot. Ini penting, untuk memastikan progres pembangunan bisa dipacu lebih cepat lagi dengan anggaran yang lebih besar lagi. Padahal, saat ini di kota, ia melihat ada banyak pembangunan infrastruktur yang belum bisa dituntaskan. Seperti A�jalan lingkungan, talud sungai, hingga penyiapan halte untuk Bus Rappid Transit (BRT).

a�?Itu (retribusi parkir) kan masuk ke PAD dan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur. Padahal selama ini, mereka (pemerintah) keluhkan anggaran, nyatanya mereka tak juga manfaatkan sektor yang ada. Mereka serius nggak?a�? kritiknya lagi.

Target retribusi parkir juga tak luput dari sindirian Misban. A�a�?Masa target cuma Rp 2 miliar, (harusnya) Rp 3 miliar-lah,a�? tukasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Parkir Kota Mataram H Syamsul Hakim meminta semua pihak bersabar. Bagaimanapun, kata dia, semua mekanisme harus dilalui, agar tidak jadi persoalan di kemudian hari. Ia menyebutkan saat ini tim sedang bekerja untuk melakukan uji petik di lapangan.

a�?Perda dan perwal memang sudah keluar, tapi kini kami harus sosialisasikan dulu ke juru parkir,a�? kata Syamsul kepada Lombok Post,A� belum lama ini.

Selain dalam tahap sosialisasi, untuk bisa mulai menerapkan perda ini, Dishubkominfo juga tengah menunggu SK Wali Kota Mataram sebagai lanjutan dari telah diterbikannya perda dan perwal. Itu terkait titik-titik mana yang menjadi retribusi parkir, parkir khusus, hingga yang menjadi pajak parkir.

Total sebanyak 4.000 karcis parkir sudah disiapkan UPTD Parkir Dishubkominfo Kota Mataram sebagai langkah awal untuk menerapkan perda. a�?Di karcis yang dibagikan nanti, akan ditulis nomor pelat kendaraan yang akan diparkir. Sehingga, kendaraannya jelas. Bukan lagi hanya menuliskan nomor kartu parkir,a�? terang Syamsul.

Tak hanya itu, Syamsul juga mengatakan ada jumlah titik parkir bertambah dari 550 titik menjadi 587 titik. Penambahan titik ini membuat target yang dikeluarkan Dishubkominfo naik dari awalnya Rp 1,5 miliar menjadi Rp 2 miliar.

a�?Tahun 2015 kita mampu capai 90,87 persen,a�? ungkapnya. Syamsul optimistis, meski target bertambah, pihaknya bisa melampaui target dengan telah terbitnya perwal yang lebih mengatur secara jelas tetang petunjuk pelaksanaan dan teknisnya di Lapangan.

a�?Kalau sudah ada perwal-nya kan, tidak ada (juru parkir) yang berani macam-macam lagi. Kalau mereka berani, ya kita sikat,a�? tegasnya.

Karena itu, ia menegaskan, sosialiasi sangat penting. Terutama memberi pemahaman para juru parkir, agar mau bekerja secara legal di bawah komando Dishubkominfo. Tak dipungkiri, di Kota Mataram, selama ini banyak bertebaran para juru parkir ilegal yang hasilnya bukannya masuk ke PAD, melaikan kantong individu atau kelompok tertentu.

a�?Kalau sudah sosialisasi, tidak ada alasan bagi mereka, untuk menolak aturan, kita juga punya tim pengawas dan pengendalian gabungan Dishubkominfo, Satpol PP dan polisi, yang siap menindak juru parkir nakal,a�? tegasnya.

Saat ini, imbas dari sosialisasi masif yang dilakukan Dishubkominfo yang rencananya berlangsung tiga bulan ke depan, tercatat puluhan juru pakir, mendaftarkan diri secara legal. a�?Rupanya mereka juga enggan berbenturan dengan pemerintah, setelah terbitnya perwal,a�? tandasnya.

Sementara itu, Kasubag Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Kota Mataram Akmalul Akhsan membenarkan jika produk hukum perwal yang melengkapi Perda Parkir sudah jadi. Saat ini, produk hukum itu telah diserahkan kembali pada A�Dishubkominfo untuk selanjutnya disosialisasikan pada juru parkir dan masyarakat.

a�?Kalau Perda-nya Nomor 7 Tahun 2015, Perwal-nya Nomor 9 Tahun 2016,a�? kata Akmalul.

Jika tahapan sosialisasi selesai, barulah dua produk hukum itu diserahkan kepada wali kota untuk dilengkapi dengan SK sebagai awal diberlakukannya A�Perda Parkir lengkap dengan petunjuk pelaksanaannya yang baru. a�?Tinggal tunggu tanda tangan Pak Wali, untuk terbitkan SK, kalau sudah sosialisasi,a�? tadasnya. (ton/cr-zad/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *