Ketik disini

Sportivo

SMALA Champion, Pelatih Siap Bayar Nazar Lepas Lajang

Bagikan

Perhelatan Honda DBL West Nusa Tenggara Series 2016 bukan sekadar kompetisi olahraga basket. Bagi para pemain, pelatih, guru, orang tua, sekolah, dan para pendukung tim basket, ini merupakan ajang dimana kerja keras, jerih payah, perjuangan, dan dukungan dari orang sekitar bisa melahirkan sebuah prestasi membanggakan.

***

Honda DBLA� seolah tak pernah kehilangan daya magis untuk menyedot antusiasme para pelajar untuk berkompetisi. Ini merupakan ajang bagi pelajar untuk berkreasi dan menunjukkan potensi diri yang mereka miliki.

Laga final yang berlangsung di Sport Hall GOR 17 Desember Sabtu (21/5) lalu menjadi panggung bagi para pelajar SMP-SMA se-Pulau Lombok. Bukan hanya itu, ajang ini membuka mata para orang tua, keluarga, dan teman-teman mereka yang bertanding untuk menyaksikan bagaimana mereka yang berjuang meraih impiannya. Meraih kemenangan dan menjadi champion.

Laga final tim putra SMAK Kesuma Mataram melawan SMAN 5 Mataram pun dimulai. Suporter dari kedua tim memadati tribun.

Kursi VIP yang ada di bawah juga dipenuhi para orang tua dan keluarga pemain. Ya, ini adalah laga yang memang sangat sarat gengsi. Mengingat dua tim ini telah bersua selama tiga tahun terakhir perhelatan Honda DBL West Nusa Tenggara Series. Hasilnya, dua kemenangan direbut tim asuhan Noor Khaerudin yang menukangi SMAK Kesuma Mataram dengan filosopi gun and run.

Namun, malam final Sabtu lalu seolah menjadi milik rivalnya sesama pelatih, yakni M Syahril yang mengomandoi anak-anak SMALAa��julukan SMAN 5 Mataram. Sejak kuarter awal, SMALA berhasil memimpin dengan poin yang cukup ketat. Di kuarter kedua dan ketiga, anak-anak SMAKERZa��julkan SMAK Kesuma Mataram sebenarnya bisa mengimbangi SMALA dengan raihan poin yang sama. Sayangnya, kuarter keempat menjadi penentu.

Anak-anak SMALA berhasil mempertahankan ritme dan menutup laga final dengan gelar champion.

Dua pemandangan yang berbeda tersaji usai laga ini. Para pemain SMAKERZ dan suporternya tak kuasa menahan deraian air mata. Kekecewaan tampak jelas di wajah mereka. Bahkan, beberapa pemain langsung menghampiri orang tuanya sambil menangis meminta maaf tak bisa mempertahankan gelar juara yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut.

Sebaliknya, pemandangan begitu bahagia terlihat dari wajah para pemain SMALA. Mereka terlihat begitu puas. Misi balas dendam atas kekalahan dua tahun berturut-turut terbalaskan.

Tak hanya itu, kebahagiaan semakin sempurna dengan berhasilnya tim dance SMALA menjadi yang terbaik dibarengi dengan gelar MVP bagi kapten mereka, Bianca. Bahkan secara heroik, pelatih Syahril terpilih menjadi pelatih first team putra Honda DBL West Nusa Tenggara Series 2016.

a�?Semua seperti mimpi. Capaian yang kami dapatkan tahun ini di luar bayangan kami. Ini begitu luar biasa,a�? kata pelatih kelahiran 1985 ini kepada Lombok Post.

Dua tahun menerima kekalahan beruntun dari SMAKERZ membuat Syahril begitu terobsesi meraih juara. Sehingga ia pun bernazar, jika ia bisa membawa SMALA champion Honda DBL tahun ini, ia akan melepas masa lajangnya dengan mempersunting sang kekasih. a�?Alhamdulillah itu bisa terwujudkan dengan cara yang begitu indah. Insya Allah selepas Lebaran nati saya langsung nikah. Itu sudah nazar saya,a�? ungkapnya dengan mata berkaca-kaca kepada Lombok Post.

Nazar yang dilakukan pelatih Syahril seolah mengungkapkan bagaimana ia mendambakan gelar champion Honda DBL. Pertandingan ini baginya bukan sekadar kompetisi olahraga. Ini merupakan buah kerja keras, kedisiplinan, perjuangan, dan dukungan dari semua orang. Sehingga ketika timnya meraih hasil begitu diimpikan, kemenangan ini bukan hanya menjadi milik para pemain, melainkan kemenangan milik semua warga SMALA. (Hamdani wathoni/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *