Ketik disini

Bima - Dompu

Ternyata Kedelai Konsumsi Bukan untuk Bibit

Bagikan

BIMA – Benih kedelai bersubsidi Rp 22 miliar yang disalurkan kepada kelompok tani ternyata bukan untuk bibit. Tapi, kedelai untuk konsumsi.

Tidak heran jika bibit yang ditanam para petani di Kecamatan Lambitu dan Langgudu tidak tumbuh dengan baik. Itu terkuak dari label biru pada bungkusan bibit yang diterima petani.

a�?Label biru itu kedelai konsumsi, bukan bibit. Untuk bibit, minimal berlabel ungu. Lebih baik lagi, jika berlabel putih,a�? ungkap Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bima Ilham Hamzah, Sabtu (21/5).

Mantan Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Woha ini menjelaskan, kedelai berlabel biru tidak layak dijadikan bibit. Karena kadar airnya tinggi dan memiliki daya tumbuh yang rendah. Label itu, kata dia, dikeluarkan BPSB sesuai dengan hasil uji laboratorium.

a�?Setiap bibit pasti dikeluarkan label ungu atau putih. Kalau label biru itu diperuntukan bagi kedelai konsumsi. Ini berdasarkan pengalaman saya (Kepala UPT Dinas Pertanian) selama 19 tahun,a�? akunya.

Indikasi itu semakin kuat setelah dilakukan penelusuran terkait pengadaan bibit. Ternyata, bibit yang disediakan lima penangkar itu sebanyak 500 ton.

a�?Mustahil lima penangkar dapat memproduksi 500 ton. Itu tidak masuk akal,a�? katanya.

Setiap penangkar, kata dia, maksimal dapat menghasilkan 5 hingga 6 ton saja. Itupun jika lahan tanam yang dimiliki masing-masing penangkar seluas lima hektare.

a�?Kalau lima penangkar, paling banyak dapat menyediakan 30 ton saja,a�? jelasnya.

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan bibit 500 ton, BPSB harus menunjuk minimal 50 penangkar. Kalau di bawah itu sangat tidak mungkin. Dari proses itu, dipastikan benih kedelai bersubsidi yang disalurkan kepada petani bukan kedelai bibit.

a�?Karena bukan dari penangkar, melainkan kedelai konsumsi yang dibeli dari petani dengan harga yang lebih murah,a�? ungkap dia.

Dari selisi harga ini saja, sambung dia, diduga banyak kerugian negara. Belum lagi, kerugian yang dialami para petani akibat ulah oknum-oknum tersebut.

Untuk membuktikan adanya kerugian Negara ini, ia mendesak Kejari Raba Bima mengusut pengadaan benih kedelai subsidi itu.

a�?Jangan sampai anggaran senilai Rp 22 miliar itu, terbuang percuma,a�? tegasnya. (mch/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *