Ketik disini

Headline Metropolis

Dinas PU Ogah Disalahkan

Bagikan

MATARAM a�� Pernyataan Kepala Dikes NTB Eka Junaidi yang menyatakan penyebab DBD tidak terlepas dari saluran drainase ditanggapi Kepala Dinas PU Wedha Magma Ardhi. Menurutnya, untuk menekan tingginya kasus DBD di NTB tidak perlu saling menyalahkan.Sebaliknya, tugas memerangi DBD ini merupakan tanggung jawab bersama dari semua elemen masyarakat.

“Setiap tahun kami selalu memerogramkan untuk perbaikan drainase. Entah itu melalui satker pusat maupun satker Provinsi,” jelasnya saat dihubungi Lombok Post, kemarin (23/5).

Karenanya, terasa kurang tepat jika meyalahkan Dinas PU akan kasus tingginya masalah DBD hanya karena saluran drainase. Sebaliknya, ia menitikberatkan bagaimana saluran drainase selama ini kerap terhambat akibat sampah yang dibuang oleh masyarakat.

Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan masyarakat kini membuang sampah pada saluran drainase, irigasi atau saluran pengairan lainnya.

“Coba lihat, yang bikin saluran mampet itu sekarang siapa. Bisa dilihat sendiri, saat ini masih banyak masyarakat yang membuang sampah pada saluran drainase. Ini yang bikin macet,” bebernya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa saluran air yang mampet bukanlah menjadi penyebab tingginya kasus DBD.

“Kan nyamuk DBD itu disebabkan karena banyaknya jentik. Jentik tu sendiri kan senangnya air yang bersih bukan di air keruh yang terdapat di drainase,” jelasnya. Karenanya ia lebih berharap kepada masyarakat untuk lebih menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ketimbang saling menyalahkan.

Sebelumnya, Kepala Dikes NTB gerah karena terus menerus disudutkan terkait melonjaknya DBD tahun ini. Eka menyentil peran dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang juga punya andil besar dalam menekan kasus DBD.

Menurutnya, gampangnya penykit DBDA� menyerang warga karena sistem drainase dan kebersihan lingkungan belum bagus

.”Drainase harus kita perbaiki untuk mencegah DBD. Makanya SKPD terkait seperti PU juga punya peran,” kata Eka.

Tidak lancarnya saluran air, sebut Eka, membuat sirkulasi air tergenang dan mendukung berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti. Bila sistem drainase diperbaiki dan lingkungan terjaga tentu terhindar dari DBD. “Paling utama lingkungan harus bersih dan saluran air lancar agar tidak terserang DBD,” tegasnya. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *