Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Kejati NTB Tunggu Laporan

Bagikan

MATARAM – Temuan DPRD Kabupaten Bima terkait pengadaan bibit kedelai Rp 22 miliar mendapat respon dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Lembaga Adiyaksa ini meminta masyarakat melaporkan jika memang ada indikasi korupsi.

Juru bicara Kejati NTB I Made Sutapa mengatakan, pihaknya sudah membaca pemberitaan dari media massa. Termasuk dorongan dari dewan yang meminta kejaksaan agar mengusut dugaan korupsi pengadaan bibit kedelai Rp 22 miliar.

a�?Kalau ada laporan, kami tetap akan menindaklanjuti,a�? kata Sutapa ditanya terkait dorongan Dewan Kabupaten Bima, kemarin (23/5).

Ia menegaskan, setiap laporan masyarakat yang masuk pasti digarap. Namun, pihaknya akan menelaah dan mempelajari dulu laporan itu, apakah ada indikasi seperti yang dilaporkan atau tidak.

a�?Kami tunggu laporannya. Sampai sekarang kami belum terima laporan terkait pengadaan bibit kedelai di Bima,a�? tegas dia.

Ia pun meminta kepada masyarakat, jika melapor nanti diharapkan menyertakan data lengkap. Jaksa pasti akan mengusut kalau memang ada indikasi yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

a�?Kita akan usut, kalau ada yang melapor,a�? tegas dia.

Laporan itu, sambung dia, sebagai dasar kejaksaan untuk turun ke lapangan. Untuk itu, ia meminta pula dewan membantu kejaksaan.

a�?Kami bukan menantang agar melapor. Tapi, masyarakat punya hak untuk melapor,a�? tandas dia.

Diketahui, benih kedelai bersubsidi Rp 22 miliar yang disalurkan kepada kelompok tani ternyata bukan untuk bibit. Tapi, kedelai untuk konsumsi.

a�?Label biru itu kedelai konsumsi, bukan bibit. Untuk bibit, minimal berlabel ungu. Lebih baik lagi, jika berlabel putih,a�? ungkap Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bima Ilham Hamzah, Sabtu (21/5).

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *