Ketik disini

Headline Kriminal

Pemkot Mataram Dilaporkan ke Kejati

Bagikan

MATARAM– Puluhan orang yang tergabung dalam Inisiator Forum Transparansi Pengelolaan Aset Pura Dalam (IFTPAPD) Karang Jangkong mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) pukul 10.15 Wita, kemarin (23/5). Mereka melaporkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dalam dugaan suap dalam penerbitan izin pembangunan Hotel Aston.

a�?Kenapa hotel yang tidak sesuai syarat ijinnya bisa keluar,a�? Ketua IFTPAPD Karang Jangkong, I Nyoman Artha Kusuma.

Kusuma menegaskan, masyarakat Hindu kota Mataram menolak keberadaan hotel tersebut. Terlebih lagi, hotel tersebut dibangun di sekitar Pura Dalam.

a�?Kami masyarakat hindu Kota Mataram bergerak bersama menolak pembangunan Aston di daerah Pura,a�? tegasnya.

Terkait hal iniA� juru bicara Kejati NTB I Made Sutapa mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan masih mempelajari apa yang menjadi poin utama A�laporan itu.

a�?Laporan sudah kita terima. Nanti kita telaah dulu,a�? ujarnya.

Sutapa menekankan setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti. Apakah ada unsur tindak pidana atau tidak.

a�?Kita lihat dulu laporan dan data yang dilaporkannya,a�? ungkapnya.

Warga Juga Melapor Ke Polda

Sebelum melaporkan kasus dugaan suap, warga terlebih dahulu bergerakA� ke Polda NTB, kemarin (23/5). A�IFTPAPD melaporkan A�dugaan Penipuan, penggelapan dan perusakan lahan Pura Dalam Karang Jangkong.

Mereka datang melaporkan mantan ketua pengurus Pura Dalam yang diduga telah melakukan tindakan penggelapan dan perusakan lahan pura. Yakni terkait uang dalam kesepakatan lahan pura sebagai area parkir hotel. Menurut pelapor kesepakatan itu tanpa seperngetahuan seluruh Banjar Hindu di wilayah Cakranegara.

a�?Kita keberatan dengan nota kesepahaman yang mereka sudah tanda tangani,a�? kata I Nyoman Artha Kusuma

Yang menjadi titik berat dalam kesepakatan itu lanjutnya, lahan tersebut akan digunakan oleh pihak Aston selam 25 tahun. Dan apabila masa kontrak selesai, kontrak tersebut masih bisa dilanjutkan kembali.

a�?Kita serahan kasus untuk diproses hukum,a�? ucapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, pihak polisi sudah menerima laporan dari warga. Dan itu masih dipelajari terlebih dahulu.

a�?Baru saja menerima laporan. Kita akan pelajari dulu,a�? ungkapnya. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *