Ketik disini

Headline Sumbawa

Ibu Kena Sembilan Tahun, Anak Tujuh Tahun

Bagikan

SUMBAWA – Sidang pembunuhan Nurtina dengan agenda pembacaan putusan diwarnai air mata. Terdakwa Asmat tiba-tiba histeris di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa, kemarin (24/5).

Terdakwa Asmat duduk di kursi pesakitan bersama ibunya Emilia. Keduanya terbukti menganiaya dan menyebakan korban Nurtina meninggal dunia. Sekedar diketahui, korban ini merupakan nenek dari terdakwa Asmat, dan mertua terdakwa Emilia.

Sementara, ayah terdakwa Asmat sekaligus suami Emilia, Ges Alamudy tak bisa menahan amarah. Karena, ia tidak diizinkan bertemu dengan anaknya.

Dalam sidang itu, terdakwa Emilia divonis sembilan tahun penjara. Sementara Asmat dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Sidang itu dipimpin Ketua PN Sumbawa Sri Sulastri.

Dalam persidangan, terdakwa yang berstatus sebagai ibu dan anak ini didampingi penasihat hukumnya Sobaruddin. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benny DP.

Kedua terdakwa ini terbukti melanggar pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP. Yakni, bersama melakukan kekerasan kepada orang yang mengakibatkan meninggal dunia.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebelumnya, terdakwa Emilia dituntut selama 10 tahun penjara. Sementara Asmat dituntut pidana penjara delapan tahun.

Usai pembacaan putusan, terdakwa Asmat langsung histeris. Melihat anaknya menangis, ayahnya Ges Alamudy mencoba mendekati Asmat. Namun, Asmat langsung digiring ke mobil tahanan.

Ges kemudian mengejar Asmat ke mobil tahanan. Ges meminta kepada aparat agar bisa dipertemukan dengan anaknya. Sementara itu di dalam mobil tahanan, Asmat juga meronta.

Ia tidak terima karena merasa tidak bersalah dan tidak melakukan penganiayaan. Di dalam mobil, Asmat bahkan menendang-nendang pintu mobil tahanan.

Insiden ini menyedot perhatian kerabat terdakwa yang sempat hadir dan para pengunjung sidang yang lain. Hal ini membuat aparat kepolisian yang melakukan pengamanan meningkatkan kesiagaannya.

Ges yang emosi tetap bersikukuh untuk bertemu dengan anaknya. Ges lalu bertemu Kasipidum Kejari Sumbawa. Akhirnya, Ges bisa ditenangkan dan diberikan izin untuk menemui anaknya di Lapas Klas IIA Sumbawa. Setelah tenang, Ges menghampiri mobil tahanan kejaksaan.

Melalui jendea Sambil menangis, Ges meminta agar Asmat bersabar dan tenang. Pemandangan ini, membuat para pengunjung sidang dan keluarga terdakwa menangis.

Tidak mudah untuk menenangkan Asmat dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Akhirnya, sejumlah kerabatnya masuk ke dalam mobil tahanan.

Setelah itu, Asmat kemudian bisa ditenangkan. Setelah itu, Emilia dan Asmat dibawa ke Lapas Klas IIA Sumbawa dan diikuti oleh Ges menggunakan kendaraan terpisah.

Penasihat hukum terdakwa, Sobaruddin mengatakan, terdakwa Emilia sudah menerima. Sementara untuk terdakwa Asmat pihaknya akan melakukan upaya banding.

Sebab, Asmat merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.a�?Kami diberikan waktu tujuh hari untuk banding,a�? katanya usai persidanga, kemarin (24/5). (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *