Ketik disini

Headline Metropolis

Kembalikan Internet Rakyat!

Bagikan

MATARAM -A� Teka-teki kemana program Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK), mencuat ke permukaan. Pasalnya, program yang disebut-sebut berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informasi itu kini hanya menyisakan fondasi tower internet di setiap kecamatan.

Selain itu, mobil yang konon berjumlah empat unit itu tidak diketahui kemana rimbanya. Ke empat mobil itu, langsung diserahkan Kementrian Pusat di wakili Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Sosial, Budaya dan Peran Masyarakat sekitar bulan April tahun 2012 lalu.

Lombok Post, lalu mencoba menelusuri, jejak mobil itu. berdasarkan petunjuk yang diberikan Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informatika, Kota Mataram, Lalu Surya Jagat.

Ia mengatakan jika konon penyerahan mobil itu dulu, langsung diserahkan ke masing-masing kecamatan. Itu karena, saat itu, nomenklatur, dinas masih menggunakan Dinas Perhubungan. Tanpa ada Komunikasi dan Informatika seperti saat ini.

a�?Jadi tidak melalui kami, karena saat itu, kominfo belum ada (untuk Dinas Perhubungan Kota Mataram),a�? dalih Surya Jagat.

Pernyataan ini diperkuat Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi Lalu Rauhil Ahyan. Bahkan ia mengaku lupa persisnya penyerahan program PLIK dan MPLIK itu diterima Pemerintah Kota Mataram.

a�?Saya lupa, ada mungkin sepuluh tahun lalu,a�? cetusnya.

Dalam penyerahannya waktu itu kata Ahyan, mobil memang diserahkan langsung ke Kecamatan. Terkait jumlah, Rauhil juga sempat lupa-lupa ingat. Sampai akhirnya ia menyebutkan jumlahnya enam unit, sesuai jumlah kecamatan di Kota Mataram.

a�?Enam unit diserahkan ke kecamatan. Kan itu internet kecamatan. Tapi karena yang diserahkan hanya berupa mobil tanpa biaya operasional, itu alasannya tidak beroprasi (mangkrak),a�? ulasnya.

Ia pun mempersilakan Lombok Post, mengecek langsung di masing-masing kecamatan. Sebab, menurutnya waktu itu, serah terima langsung pada pemerintah kecamatan.

a�?Coba langsung cek ke kecamatan, mungkin mereka lebih tahu,a�? sarannya.

Di tempat terpisah, Camat Cakranegara, Salman Rusdi tak bisa menjawab pasti keberadaan program PLIK. Hanya saja, ia menegaskan, jika dalam gelontoran program itu, mereka tidak pernah menerima fisik MPLIK.

a�?Kalau mobil internet (MPLIK), kami tidak pernah menerima. Tapi kalau PLIK (terpasang di kecamatan), memang pernah ada. Tapi tahun 2015 kemarin ditarik lagi oleh petugasnya,a�? tuturnya.

Ia mengaku awalnya menolak penarikan itu. Sebab, ia merasakan manfaat besar PLIK saat itu memberi layanan internet gratis bagi warganya. Hanya saja, petugas saat itu melengkapi dirinya dengan surat dari Menkominfo bahwa semua barang (yang berkaitan dengan PLIK) akan ditarik.

Selain itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram, juga membenarkan, jika petugas yang dimaksud memang diutus ole kementerian terkait.

a�?Ya akhirnya mereka pergi ke Dukacapil, bawa rekomendasi, (barangnya) diambil, lalu diangkut. Ya nggak tahu diangkut kemana. Dan ndak ada tanda tangan (serah terima barang), tetapi melalui dukcapil rekomendasinya,a�? tuturnya.

Sementara itu, Salman bersikukuh jika dia tidak mendapat bantuan dalam bentuk mobil. Tetapi, fisiknya dalam bentuk pemasangan tower, beberapa perangkat komputer dan piranti lainnya.

Peralatan PLIK sendiri, ia akui sempat berpindah dari kantor camat ke perkampungan warga di Getap. a�?Jadi manfaatnya besar dulu bagi masyarkat, tetapi karena ditarik ya kita tidak bisa menolak,a�? tandasnya.

Lain cerita Camat Selaparang Iwan Rahadi. Ia justru mengakui secara terang-terangan tidak mengetahui persis kemana rimbanya peralatan PLIK itu. Namun, senada dengan Camat Cakranegara, ia menegaskan bantuan peralatan internet, saat itu tidak dalam bentuk mobil, tetapi piranti-piranti internet.

a�?Ndak ada mobil. Ndak ada. Itu towernya di belakang,a�? jawab dia. Menunjukan jejak program yang saat ini hanya menyisakan rangka fondasi tower internet.

Namun menariknya, dari penjelasan salah satu staf yang saat itu dihadirkan memberi keterangan, piranti PLIK telah dibawa dan dipindahkan ke luar wilayah Kota Mataram. Persisnya di Kecamatan Narmada.

a�?Katanya mau dibawa ke Narmada,a�? ungkapnya.

Irwan pun menyimpulkan, jika piranti internet PLIK saat itu dikelola oleh pihak ke Tiga. Atas dasar itulah, mereka bisa dengan mudah memindah dan membawa peralatannya kemanapun sesuai dengan perintah pusat.

a�?Kalau itu aset kecamatan, kan pasti terdata di kami, tidak mungkin bisa lepas (dari pengawasan kami),a�? tandasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Camat Mataram, Syamsul Irawan menegaskan terkait program MPLIK, ia mengaku tidak pernah sekalipun melihat fisik mobil terparikir di area Kantor Camat Mataram.

a�?Ndak pernah saya lihat mobilnya di kecamatan ini,a�? akunya.

Meski demikian, untuk program PLIKnya sendiri, ia memang merasa pernah melihat fisik dan komputernya. Termasuk sisa a�?jejaka�� fondasi tower di belakang kantor.

Hanya saja, saat ini sudah tidak ada lagi. Syamsul sendiri terlihat bingung, karena pirantinya tiba-tiba sudah berpindah entah kemana.

a�?Sampai ada dikasih peta (petunjuk) menuju pusat informasi internet kecamatan dulu. Sekarang sudah ndak ada itu,a�? tegasnya.
Ia memperkirakan, raibnya alat PLIK, karena memang ada instruksi dari pusat untuk memindahkan piranti, sehingga pihak ketiga yang menjaga dan mengoprasikan PLIK, mengangkut juga alat-alatnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM Zaini mengatakan, program Penyedia Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Penyedia Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) sebenarnya bagus. Bertujuan agar masyarakat semakin melek internet. Jika program ini ditarik, harus jelas alasannya. a�?Kami harap itu ada kelanjutan,a�? katanya.

Sampai saat ini, Komisi II sendiri belum mendapat informasi lengkap tentang program ini. UntukA� itu, pihaknya akan segera memanggil Dishubkominfo Kota Mataram untuk memperjelas. Sebab jika pelayanan tersebut tiba-tiba ditarik tentu merupakan sebuah kemunduran.

PLIK dan MPLIK diadakan untuk memudahkan masyarakat mengakses internet. Jika memang, kecamatan atau SKPD ada kendala pada anggaran.

Alat itu ditarik Pemprov NTB atau seperti apa. Mestinya mereka menyampaikan ke dewan. Sehingga bisa dicarikan solusinya.
Dewan pasti akan memberikan dukungan anggaran untuk operasional. Tapi sejauh ini belum ada informasi yang jelas terkait hal ini.

Meski demikian, dewan berharap akan ada inovasi dari Dishubkominfo untuk meningkatkan pelayanan. Mempermudah akses internet bagi warga.

Bahkan jika perlu hingga ke tingkat lurah akses internet digratiskan. Dengan demikian, warga bisa mengakses informasi dengan cepat. a�?Harus ada informasi dari dinas,a�? imbuhnya. (cr-zad/ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *