Ketik disini

Headline Kriminal

Otak Penyelundupan Lobster Masih Buron

Bagikan

MATARAM – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan CukaiA� (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Mataram kembali menggagalkan penyeludupan Baby Lobster di Lombok International Airport (LIA), Senin (23/5). Pengungkapan ini seperti mengulang sejumlah pengagalan aksi penyelundupan yang melalui bandara beberapa waktu lalu.

Pelaku Agus Saputra, 47 tahun, warga Jakarta rencananya akan menerbangkan anak Lobster itu ke Singapura menggunakan pesawat Silk Air MI 127 tujuan. Namun rencananya tak berjalan mulus. Langkahnya terhenti saat petugas menahannya di Bandara.

Kepala KPPBC Mataram Himawan Indarjono mengatakan, penangkapan Agus berawal dari laporan dari intelejen Kodim 1620 Lombok Tengah. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung turun ke lapangan.

a�?Setiap calon penumpang kita periksa dan dilakukan profiling Bagasi,a�? ucapnya.

Dari penggeledahan itu, tim melihat ada salah satu koper bermotif bunga milik AgusA� yang mencurigakan. Benar saja setelah dibuka petugas menemukan Baby Lobster yang terbungkus dalam plastik. Di setiap plastik itu berisi ratusan anak lobster.

a�?Perkantong palstik itu ada 250 ekor. Jika ditotalkan, ada 6.250 ekor baby Lobster,a�? ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku lanjutnya, anak lobster itu dijual seharga Rp 50 ribu. Jadi total harga baby lobster itu mencapai Rp 312,5 juta. A�Selain itu, Himawan juga menerangkan, barang seludupan itu bukan milik pelaku. Melainkan, milik salah seorang rekan Agus berinisial W.

a�?Kita masih dalami sepak terjang W dalam kasus tersebut,a�? ungkapnya.

Himawan menerangkan, barang bukti sudah diserahkan kepada Balai Karantina Ikan Kelas II Mataram. Dimana, guna untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

a�?Kita tidak punya wewenang untuk melakukan penindakan. Sehingga kasus itu kita serahkan ke instansi hukum lainnya,a�? ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai KarantinaA� Ikan Kelas II Mataram Muhlin menuturkan, pihaknya sudah menerima barang bukti dari bea cukai untuk selanjutnya di eksekusi. Pasalnya, baby lobster ini tidak bisa bertahan lama.

a�?Kita langsung lepas beberapa Baby Lobster langsung ke perairan Gili di Kabupaten Lombok Utara,a�? ungkapnya.

Muhlin menerangkan, Agus termasuk sudah melanggar peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan RI nomor 1/Permen-KP/2015 tanggal 6 januari tentang pengankapan lobster.

a�?Lobster yang boleh ditangkap harus berukuran diatas 8 centimeter dan tidak sedang bertelur,a�? jelasnya. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *