Ketik disini

Giri Menang

Seni dan Budaya Mulai Sekarat

Bagikan

GIRI MENANG – Kesenian dan Kebudayaan Lobar mulai sekarat. Hal ini disampaikan seniman wayang Lobar H Lalu Nasib AR, kemarin (24/5).

Ia menuturkan, upaya pelestarian yang digemborkan hanya teori. Tak pernah ada perhatian apapun dari pemerintah.A� Terlebih lagi masalah anggaran. Padahal hal tersebut sangat penting bagi kelangsungan seni dan budaya. a�?Agar ada bibit penerus kelak,a�? ujarnya.

Sebagai seniman wayang Sasak, ia melihat kesenian ini mulai membeku. Lobar dinilai seperti tertidur dan enggan mengembangkan seni dan budaya daerah sendiri. a�?Bahkan bansos (bantuan sosial) pun tidak pernah didapatkan,a�? kritiknya.

Hal tersebut membuat pengembangan minat dan bakat menjadi tersendat. Lahan kehidupan para seniman juga ikut menghilang. Sementara para seniman tidak memiliki dana cukup untuk pengembangan. a�?Tanpa bantuan pemerintah, tidak mungkin bisa jalan,a�? cetus Lalu Nasib.

Ia juga mengeluhkan kurangnya pemberdayaan seni dan budaya di setiap acara pemerintah. Contohnya saat HUT Lobar beberapa waktu lalu. Pemda lebih memilih menggunakan hiburan luar daerah dibanding hiburan tradisional.

a�?Tidak pernah memakai wayang. Mereka lebih memilih menggunakan musik luar yang biayanya mahal,a�? sindirnya.

Ia berharap, bupati terpilih kelak lebih memperhatikan seni dan budaya Lobar. Hal tersebut agar seni dan budaya dapat terus berkembang.

Tak hanya bupati, ia juga menaruh harapan pada wakil rakyat. Para anggota DPRD Lobar ia nilai lebih mementingkan diri sendiri. a�?Jika dikatakan, yaah cucuk-cucuk doank (ngomong-ngomong saja),a�? tukasnya.

Sejauh ini ia melihat pemda lebih mementingkan pengembangan olahraga dibandingkan seni budaya. Revitalisasi jauh dari harapan. Demikian pula pembinaan para seniman. a�?Saya sangat kecewa, tidak ada pembinaan untuk generasi penerus,a�? tandasnya. (fer/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *