Ketik disini

Praya

Usul Kurikulum Pembentukan Karakter

Bagikan

PRAYA-Maraknya kekerasan seksual terhadap anak di Lombok Tengah (Loteng), membuat Komisi IV DPRD setempat mengusulkan penyusunan kurikulum pembentukan karakter berbasis agama, sebagai materi ekstra kurikuler sekolah. Sebagaimana, diterapkan SMA I Praya atau SDN I Kuta.

a�?Kami minta, kalau bisa semua sekolah mencontoh, program kerja dua sekolah yang dimaksud,a�? kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng H Ahmad Supli, kemarin (24/5)

MenurutA� Supli dua lembaga pendidikan itu, selalu memberikan pemahaman kepada anak didiknya, tentang budi pekerti luhur, saling menghargai dan menghormati antar teman sekolah dan guru, lingkungan dan orang tua. Termasuk, memperdalam ilmu agama.

a�?Program itu, saya anggap berhasil dan luar biasa. Buktinya, kita tidak pernah mendengar masalah apa pun di dua sekolah itu. Apalagi, menyangkut asusila,a�? kata Supli.

Atas dasar itulah, kata Supli Dinas Dikpora bisa melakukan studi banding terhadap program kedua sekolah bersangkutan. Kemudian, menyusun kurikulumnya, lalu mengeluarkan surat edaran kepada seluruh lembaga pendidikan. a�?Sudah saatnya, anak didik kita dibekali mental agama yang kuat,a�? ujarnya.

Mental itu juga, tambah Supli diberikan pula kepada para guru, melalui bimbingan teknik (bintek), pendidikan dan pelatihan budi pekerti. a�?Tidak ada kata terlambat. Yang sudah terjadi sebelumnya, menjadi pelajaran kita semua,a�? katanya.

Hal senada dikatakan Sekretaris Komisi IV DPRD Loteng Didik Ariesta. Dia menambahkan, yang tidak kalah penting dalam pencegahan predator seksual anak adalah, keharmonisan dalam rumah tangga. Termasuk, urusan pengawasan orang tua, lingkungan dan sekolah.

a�?Saya melihat, kasus pencabulan yang selama ini terjadi, justru kebanyakan dari kalangan keluarga yang tidak harmonis. Ada apa ini,a�? katanya, singkat.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *