Ketik disini

Praya

Kades Langko Masih Pikir-Pikir

Bagikan

PRAYA-Pemkab Lombok Tengah (Loteng), DPRD dan aparatur desa di Desa Langko Janapria, mendorong agar tahun ini juga, mereka ikut menggelar Pilkades serentakA� seperti desa lain. Hanya saja, terbentur dengan masa jabatan Kepala Desa (Kades), yang masih berjalan sampai 11 Januari 2017 mendatang.A�A�A�A�A�A� Sementara, Pilkades dipastikan akan digelar pada September tahun ini.

a�?Kunci utama, apakah Langko ikut Pilkades atau tidak, ada ditangan kades,a�? kata Ketua Komisi I DPRD Loteng Samsul Qomar, kemarin saat melaksanakan rapat dengar pendapat di desa bersangkutan.

a�?Silahkan dirayu dan dibujuk saja kadesnya, untuk mundur dan mencalonkan diri lagi, atau murni meninggalkan jabatannya,a�? lanjut Qomar dihadapan Kades Langko Suburman, pengurus dan anggota Badan Permusyawatan Desa (BPD) serta aparatur desa lainnya.

Jika kades enggan meninggalkan kursinya, kata Qomar maka pelaksanaan Pilkades di Desa Langko, akan digelar pada tahun 2018 mendatang. Itu artinya, selama dua tahun sejak jabatan kades habis pada 11 Januari 2017, maka jabatan orang nomor satu diakar rumput ditampuk oleh pelaksana tugas (Plt).

a�?Jadi, lumayan lama Plt kades itu menjabat. Mohon kades memikirkan dan mempertimbangkan keinginan kami, pemerintah dan aparatur desa,a�? ujarnya.

Namun, kata Qomar bukan berarti Pemkab dan dewan memiliki kepentingan atau memihak kelompok tertentu. Melainkan, murni pertimbangan masa jabatan Plt kades, yang terlalu panjang, jika Pilkades tidak digelar tahun ini juga.

a�?Kami datang ke Desa Langko, hanya ingin memediasi saja. Silahkan dimusyawarahkan secara internal dan jangan sampai ada benturan,a�? serunya.

Politisi Demokrat itu menambahkan, jika mengacu pada peraturan pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014 tentang, pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, tentang desa dan Perda Perda Nomor I Tahun 2016 tentang, penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan desa, maka Desa Langko tidak diperbolehkan untuk menggelar Pilkades, dengan alasan apa pun.

Kecuali, kata Qomar kades yang dimaksud secara tertulis menyatakan, akan meninggalkan jabatannya. Lalu, meminta Bupati HM Suhaili FT, melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), mengeluarkan keputusan digelarnya Pilkades.

a�?Prinsipnya, kalau Desa Langko tidak ada masalah, maka tinggal kita ketok saja anggaran Pilkadesnya. Tapi, kalau masih menyisakan masalah, maka sebaiknya dibicarakan secara internal,a�? tambah Wakil Ketua Komisi I DPRD Loteng Ahmad Rifai.

Menanggapi hal itu, Kades Langko Suburman mengatakan, pihaknya secara pribadi masih pikir-pikir. Karena, ada sisa tiga bulan masa jabatannya, yang bisa dimanfaatkan untuk pengabdian kepada masyarakat. Khususnya lagi, menyangkut gaji atau pendapatan per bulannya.

a�?Saya minta agar kita semua tunduk dengan aturan hukum yang berlaku. Urusan setuju atau tidaknya, sekali lagi saya pikir-pikir dulu,a�? katanya.

Alasannya, kata Suburman sejak dirinya menjabat sebagai kades,A� sejumlah pihak mendorong dan mendesak, agar dirinya mundur. Dengan alasan, diduga melakukan penyelewengan anggaran pembangunan desa, hingga tujuan politis.

Jika potret semacam itu ditonjolkan, pihaknya mengaku tetap bertahan menyelesaikan sisa masa jabatannya, sampai awal tahun depan. Begitu pula sebaliknya. a�?Kami mendorong digelarnya Pilkades, demi perbaikan Desa Langko. Bukan yang lain, jadi mohon kades tidak berpikir yang lain-lain,a�? cetus Wakil Ketua BPD setempat Muhammad Hatta.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *