Ketik disini

Bima - Dompu

TNI Selidiki Pelaku Penyebar Atribut PKI

Bagikan

BIMA – Penyebaran atribut Partai Komunis Indonesia (PKI) di Desa Ncera, Kecamatan Belo menjadi perhatian serius TNI. Dandim 1608 Bima Letkol Arh Edi Nugraha mengatakan, pihaknya masih menyelidiki pelaku penyebar atribut PKI bergambar palu arit tersebut.

a�?Kita masih menyelidiki siapa pelaku penyebaran atribut PKI tersebut,a��a�� katanya, kemarin (25/5).

Penyebaran atribut partai yang telah mengobok-obok negara Indonesia itu tidak bisa dibiarkan. Karena akan berimbas terhadap instabilitas negara.

a�?Masalah ini jangan anggap sepele. Sangat berbahaya terhadap keamanan negara,a��a�� tegas dia.

Penemuan atribut PKI di Desa Ncera sangat menyita perhatian pihaknya. Pelaku penyebaran itu pun masih dicari hingga saat ini.

a�?Kita masih terus mencari pelaku itu. Selain itu, kita sosialiasi ke masyarakat tentang bahaya PKI,a��a�� terangnya.

Edi mengatakan, akan mengedepankan tindakan preventif, terutama di sekitar lokasi penemuan logo PKI tersebut. a�?Kita dekati masyarakat secara baik-baik. Bahkan kita memberikan pemahaman tentang sejarah PKI di Indonesia,a��a�� katanya.

Ia meminta, masyarakat Kabupaten dan Kota Bima berhati-hati. Tidak mudah terjebak pada ajakan dan doktrin kelompok tertentu.

a�?Kita harus selektif. Sekarang sudah banyak paham yang ingin mengadu domba antar kita,a��a�� ingatnya.

Sementara, Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin mengimbau warga agar mewaspadai penyebaran atribut TNI. Menyusul ditemukannya beberapa atribut komunis berlambang palu arit.

a�?Waspada, orang-orang berpaham komunis mulai mengembangkan sayap,a�? katanya, kemarin.

Ia mengingatkan, jika menemukan warga yang menggunakan atribut komunis segera melapor ke Kodim Bima. Atribut tersebut bisa berupa stiker, bendera, dan baju.

a�?Jangan takut untuk melapor. Dengan begitu, sama halnya kita membantu negara secara langsung,a�? tegasnya.

Menurut dia, paham komunis ini tidak boleh ada di Indonesia. Sebab tidak sesuai dengan idiologi negara. Ia menegaskan, TNI dan Polri akan mengambil tindakan tegas jika ada warga yang masuk dalam paham komunis.

Meski begitu, Qurais yakin tidak ada warga Kota Bima yang menganut paham tersebut. Sebab warga kota taat akan aturan dan UU yang berlaku.

a�?Kalau pun ada yang diam-diam menganut paham ini, lebih baik tinggalkan saja. Mending kembali menjadi warga negara yang baik,a�? imbau dia. (dam/nk/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *