Ketik disini

Metropolis

Wakir Ingin Buat Robot a�?Berjiwaa�?

Bagikan

Robot bukanlah kecanggihan yang tercipta di atas kalimat a�?bim salabim aba kadabraa��. Tapi, robot lahir dari otak-otak mahasiswa yang pemikirannya sudah setara Ilmuan. Ini cerita mereka.

***

RASANYA Deja vu. Pernah mengalami. Begitu tafsirnya kurang lebih. Ruangan itu, pengap. Tapi pengap yang khas. Identik. Saya pernah memiliki ruangan yang a�?serupaa�� dengan ruangan itu. Fungsinya pun sama. Laboratorium. Tempat saja yang berbeda. Itu di Lombok sementara yang Saya maksud, di Malang.

Lagi-lagi meminjam istilah penulis idola saya, Agus Mustofa. Ruangan itu energinya sama dengan ruangan saya dulu. Pantas jika akhirnya, saya menglami Deja vu! Ada debu. Melekat tebal di sepanjang pipa besi tangga, jendela, selasar, hingga kamar laboratorium. Aromanya khas. Memancing, flu Saya kumat!

a�?Saya mengidolakan Michael Faraday!a�? jawab anak itu mantap. Wajahnya berseri-seri. Nama anak itu Abdul Wakir.

Saya yakin, tak sedikit diantara anda yang berkerut kening. Bertanya-tanya siapa, Michel Faraday. Tapi jika anda berfikir dia adalah saudaranya Michel Jackson. Anda salah!

Faraday adalah penemu Hukum Faraday. Ia mencoba menbedah tentang aspek kuantitatif elektrolisis. Faraday juga kerap dipanggil Bapak Listrik. Alasannya sederhana. Dialah penemu awal listrik yang menyala di seantero bumi ini.

a�?Saya kagum sama dia, karena jasa-jasanya. Bayangkan jika dia tidak ada, mungkin listrik yang ada sekarang tidak akan kita kenal, seperti saat ini (mungkin dalam bentuk dan teori lain), sehingga bisa menyalakan banyak hal, dari lampu hingga robot,a�? ulas Wakir.

Saya senang berbincang dengan remaja itu. Sejak Saya masuk, ia tak pernah beranjak dari tempat duduk. Ia memperkenalkan tentang teori dan konsep dasar robotika. Pelajaran yang sebenarnya, tidak pernah membuat saya betah di dalam kelas dulu. Ketika saya masih kuliah.

Tapi ada perbincangan yang membuat suasana seketika gayeng dan nikmat. Ketika perbincangan, melebar liar ke persoalan mesin waktu dan alien. Aneh memang, sebagai seorang scientific, kami memang seperti penggila teori a�?tabua��.

a�?Agak sulit memang membuktikan, tapi ya bisa saja toh di dalam Alquran juga ada cerita tetang penjelajah waktu (Ashabul Kahfi),a�? ungkap remaja lulusan MAN 2 Mataram itu.Sempat tidak percaya juga. Saat ia mengaku lulusan Madrasah Aliyah. Tetapi Wakir mengatakan justru disitulah takdir itu terjadi.

a�?Sebenarnya saya juga tidak percaya bisa masuk sini (Fakultas Teknik), dulu saya sepertinya asal-asalan isi SBMPTN, eh lulus, ya (mungkin ini takdir),a�? cetusnya. Kami semua di ruangan itu tersenyum.

Wakir lalu menceritakan bagaimana pejuangannya. Sampai akhirnya bisa mengimbangi rekan-rekan mahasiswa teknik lain, yang memang sudah punya dasar mumpuni tentang robotika.

Bukan perkara mudah. Ia harus pandai-pandai memilih teman dan rekan yang sudi berbagi ilmu dan menjelaskan ia dari awal. Sementara waktu terus berpacu dan tanpa terasa, telah membuat ia saat ini berada di semester enam.

a�?Lihat robot itu menarik. Keren bisa gerak, meliuk-liuk. Tapi yang penting dengan mendalami dunia robotik, saya bisa merasakan betapa sempurnanya manusia. Bayangkan saja, untuk bisa menggerakan lengan robot dari atas ke bawah, itu berapa perintah (baca: bahasa mesin) yang harus dimasukan dalam prosesornya.

Belum lagi jika gerakan kombinasi, itu bahasa mesinnya bisa panjang dan rumit. Betapa sempurnanya ciptaan Allah,a�? tuturnya.

Syukurnya, saat ini kemampuan Wakir sudah menyamai teman-teman klub robotik yang lain. Bahkan, berkat kegigihannya belajar dunia robotika, alasan lain gabung dengan tim robotika yakni bisa jalan-jalan ke luar daerah setiap kali perlombaan, terwujud.

a�?Intinya dimana ada kemauan, pasti ada jalan,a�? ulasnya.

Pada prinsipnya, lanjut Wakir kerja robot sebenarnya meniru pekerjaan manusia. Ia hanya bentuk lain alat yang dibuat bisa otomatis, bekerja untuk memudahkan manusia.

a�?Makanya kalau robot-robot pabrik itu sebenarnya mudah dan ada di tingkat dasar. Kami semua di sini, bisa kok membuat. Misal untuk robot tenun. Tinggal dipelajari cara kerjanya. Rancang alat-alatnya dan masukan perintah dalam mikroprosesor,a�? jawab dia, yakin.

Apa mimpi Wakir? a�?Membuat robot yang punya jiwa (baca: kehendak),a�? jawab dia cepat. Ada sebuah logika yang menurutnya sangat menarik. Yakni Logika Fuzzy. Sebuah logika yang a�?punya kesempatana�� memilih a�?iyaa�? atau a�?tidaka�?. Atau kami orang-orang teknik lebih mengenalnya sebagai a�?ora�? atau a�?nota�? (logika Binary).

a�?Kalau logika fuzzy itu bisa kita pahami lebih dalam dan diterapkan dalam robot, maka sebuah robot yang memiliki jiwa (baca: kehendak) bisa kita buat, saya bermimpi suatu saat bisa bereksperimen dan ada donatur yang mau membiayai proyek kami,a�? tutupnya.(Lalu Mohammad Zaenudin/Mataram/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *