Ketik disini

Praya

Jelang Puasa, Rawan Kejahatan

Bagikan

PRAYAA�– Pemerintah Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) mengingatkan kepada seluruh Badan Keamanan Desa (BKD) di 16 desa di wilayahnya, untuk memperketat penjagaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Khususnya, jelang bulan puasa Ramadhan beberapa hari kedepan, karena biasanya rawan kejahatan.

a�?Tolong ronda berbasis masjid mulai digelar. Termasuk, menempati pos-pos ronda yang ada,a�? kata Camat Pujut Lalu Wiraksa, kemarin (26/5).

Pengalaman setiap tahun jelang puasa dan lebaran, kata Wiraksa ada saja aksi kejahatan yang terjadi di wilayahnya. Seperti, pencurian kendaraan bermotor, pencurian ternak, hingga aksi pembegalan wisatawan di sepanjang jalan di luar obyek wisata.

Dia pun tidak ingin, gangguan keamanan semacam itu terjadi lagi. Untuk itulah, pihaknya meminta BKD tetap berkoordinasi dengan Babinsa, Babinkamtibmas dan Satpol PP.

a�?Beberapa hari lalu, saya sudah menggelar pertemuan dengan Kapolsek, Danramil dan para tokoh. Tujuannya, menyangkut Kamtibmas jelang puasa,a�? katanya.

Dalam pertemuan itu, kata Wiraksa disepakatilah konsep ronda di setiap desa. Untuk malam, dilaksanakan di desa-desa yang dianggap rawan. Sedangkan pagi sampai menjelang magrib, di desa-desa perlintasan wisatawan. Sebut saja, Desa Tumpak, Prabu, Kuta, Sengkol dan Mertak.

a�?Saya sudah mengingatkan juga pada masyarakat yang mendapat giliran ronda, agar jangan tidur. Kita harus waspada, tingkatkan penjagaan,a�? tekannya.

Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya meminta agar penanggungjawab ronda mengatasi dengan cepat, setiap masalah kejahatan sekecil apa pun. Yang tidak kalah pentingnya, tidak boleh main hakim sendiri. Begitu pelaku kejahatan tertangkap, sebaiknya diserahkan ke aparat kepolisian.

a�?Program yang sama, kami gelar di wilayah kami ini. Apalagi, kami berada di pusat Kota Praya,a�? sambung Ketua BKD Kelurahan Prapen Samsul Bahri, terpisah.

Konsep Kamtibmasnya, tambah Bahri yaitu setiap masalah yang terjadi di kelurahan, tidak sampai naik ke tingkat kepolisian. Karena, penyelesaiannya dengan cara musyawarah dan mufakat lebih diutamakan. Kecuali, kejahatan skala besar. a�?Mungkin dari 139 desa/kelurahan di Loteng ini, kami yang paling banyak masalah. Tapi, tidak sampai mencuat ke permukaan,a�? katanya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *