Ketik disini

Politika

Pemprov Optimis IDI 2015 Meningkat

Bagikan

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2015, kemarin (26/5).

Acara yang berlangsung di Hotel Grand Legi selama dua itu dibuka Asisten II Pemprov NTB H Lalu Gita Ariyadi. FGD itu melibatkan sejumlah pihak baik dari Biro Pemerintahan, Biro Hukum, Bakesbangpoldagri, LSM, kepolisian, TNI, dan MUI.

Selain itu, BPS juga mengundang partai politik, KPU, Bawaslu, serta unsur media. Dalam sambutannya H Lalu Gita Ariyadi menegaskan, IDI merupakan salah satu tolok ukur suksesnya pembangunan di NTB.

a�?Karena IDI menggambarkan perkembangan demokrasi suatu daerah yang juga mendorong pembangunan ,a�? katanya.

Dikatakan, beragam peristiwa yang terjadi selama 2015 dirangkum dan menjadi bahan penilaian tingkat IDI NTB pada 2015. Terlebih sebelumnya tingkat IDI NTB pada 2014 meningkatA� dari katagori rendah menjadi sedang dengan angka 62,62.

Dia optimistis angka IDI pada 2015 semakin meningkat sehingga kualitas demokrasi di NTB semakin baik. Meskipun selama 2015 ada terjadi sejumlah peristiwa demonstrasi, diharapkan tidak memengaruhi tingkat IDI NTB.

Kepala BPS NTB H. Wahyudin mengatakan, pengukuran IDI mengacu pada tiga aspek. Yakni, aspek kebebasan sipil, aspek hak-hak politik, dan aspek lembaga demokrasi. Pengumpulan data IDI mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sebagai tahapan yang saling melengkapi. Pada tahap pertama data kuantitatif dikumpulkan dari koding surat kabar.

a�?Untuk tahap ini kami menggunakan media koran Lombok Post, karena media ini yang memiliki cakupan luas di NTB,a�? kata Wahyudin.

Selanjutnya pengumpulan data IDI juga menggunakan dokumen tertulis seperti Perda atau peraturan dan surat keputusan kepala daerah yang sesuai dengan indikator-indikator IDI. Temuan-temuan tersebut kemudian diverifikasi dan dielaborasi melalui FGD.

Dalam FGD tersebut, BPS menggali informasi dari semua pihak terkait kasus-kasus yang tidak tertangkap di koding surat kabar atau dokumen.

Pada tahap ketiga, data-data yang telah terkumpul tersebut diverifikasi melalui wawancara mendalam dengan nara sumber yang kompeten memberikan informasi tentang indikator IDI.

Wahyudin menjelaskan, semua tahapan pengumpulan data dilakukan oleh BPS Provinsi dan diolah di BPS RI serta diverifikasi oleh dewan ahli beserta mitra kerja lain pada semua tahapannya.

Adapun dari sisi penghitungan indeks, IDI harus melalui tiga tahapan proses yakni menghitung indeks akhir untuk setiap indikator, menghitung indeks provinsi, dan terakhir menghitung indeks keseluruhan atau IDI nasional.

Dia berharap, agar FGD terkait IDI NTB itu berjalan sukses dan masukan dari seluruh peserta akan disampaikan kepada tim ahli. Diantaranya, Prof Maswadi Rauf, Prof Musdah Mulia, Dr Syarif Hidayat, dan Dr Abdul Malik Gismar yang merumuskan pengukuran IDI. (tan/r9)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *