Ketik disini

Headline Tanjung

Proyek Sekeper Distop Sementara

Bagikan

TANJUNG– Pemkab mulai menindaklanjuti polemik pembangunan sistem jaringan air baku Sekeper. Pemkab Lombok Utara akan menggelar pertemuan Senin (30/5) mendatang.

a�?Pasca aksi penolakan dan pengerusakan, kita akan kumpulkan semua pihak mulai dari BWS, Dinas PU NTB, Dinas PU Lombok Utara, kepolisian, PDAM, P3A dan Camat Kayangan dan Camat Gangga serta masyarakat,a�? ujar Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin pada wartawan, kemarin (26/5).

A�A�A� Diberitakan sebelumnya, Senin (23/5) lalu masyarakat melakukan aksi protes yang berujung anarkis. Massa melakukan pembakaran sejumlah peralatan yang berada di proyek BWS Nusa Tenggara I di perbatasan kawasan hutan Rinjani Barat dan Desa Sambik Bangkol. a�?Kita sangat menyayangkan ada tindakan seperti itu. Semoga ini jadi pengalaman kita,a�? cetusnya.

Nantinya dalam pertemuan tersebut, Sarifudin mengatakan, pihak yang berkepentingan akan menjelaskan secara rinci terkait proyek sistem jaringan irigasi. a�?Setelah ada aksi itu, kita cooling down dulu. Pengerjaan dihentikan seminggu, semoga Senin nanti ada solusi yang tidak merugikan seluruh pihak,a�? tandasnya.

Lebih lanjut, Sarini mengamankan kebijakan pusat. Untuk program BWS ini adalah salah satu program yang harus didukung, karena untuk hajat hidup orang banyak. a�?Ini bukan untuk masyarakat Kecamatan Kayangan saja, tetapi Kecamatan Gangga juga sangat membutuhkan. Lewat kajian yang dilakukan BWS semoga masyarakat bisa memahami,a�? harapnya.

Terkait proses hukum yang kini ditempuh BWS, Sarifudin mengatakan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Pihaknya sebenarnya tidak menginginkan hal seperti itu terjadi, karena memberikan preseden buruk bagi daerah. a�?Kalau ada yang berinvestasi terus terjadi pengerusakan nanti malah tidak ada yang mau berinvestasi,a�? cetusnya.

a�?Seharusnya sosialisasi kepada masyarakat dilakukan lebih awal agar peristiwa seperti ini tidak terjadi,a�? sesalnya.

Terpisah, Direktur PDAM Lombok Utara Suhaily mengatakan, kebutuhan air di Kecamatan Kayangan dan Gangga sangat mendesak. Jika melihat jumlah penduduk di dua kecamatan yang mencapai 70 ribu jiwa diestimasikan satu jiwa mendapatkan 80 liter per hari maka air yang harus disiapkan 64 liter per detik.

Dengan menghitung pertambahan penduduk sebesar 1,44 persen setahun jadi pembangunan sistem jaringan air ini diajukan untuk memenuhi kebutuhan 15 tahun kedepan. a�?Inilah dasar kita mengajukan permohonan pembangunan sistem jaringan air baku 100 liter per detik,a�? ujarnya.

Dijelaskan, kajian yang sudah dilakukan BWS melalui konsultan adalah neraca air di Sekeper pada bulan Juni-Juli (puncak kemarau) masih ada air sebanyak 1.600 hingga 1.700 liter per detik. Jika diambil 100 liter per detik oleh PDAM dan petani masih ada 72 liter per detik yang terbuang ke laut. a�?Jadi ini tidak akan mengganggu petani dan operasional PLTMH. Kalau masih ada yang terbuang tidak perlu khawatir,a�? paparnya.

Suhaily melanjutkan, dari 64 liter per detik tadi sekarang baru bisa disiapkan 20 liter per detik dan sudah dipakai 12,5 liter per detik. a�?Kita jangan menunggu habis sisanya baru kita siapkan,a�? cetusnya.

Jika nanti sistem jaringan air baku ini sudah selesai juga belum tentu akan langsung terpakai. Karena PDAM melihat pertumbuhan pelanggan. Tanpa penambahan pelanggan berarti air itu juga tidak terpakai. a�?Harus dipahami sistem jaringan air baku ini untuk cadangan tidak serta merta langsung terpakai,a�? pungkasnya. (puj/r9)

 

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *