Ketik disini

Sumbawa

Sayang, Uang Rp 26 Miliar Dianggurin

Bagikan

KOTA BIMA – Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga dinilai tidak memiliki perencanaan matang.

Akademisi STISIP Kota Bima Syarif Ahmad mengatakan, pemkot gagal menjadikan pembangunan Rusunawa proyek prestisius. Padahal, anggaran yang dihabiskan Rp 26 miliar.

Menurut dia, dalam membuat kebijakan terutama berkaitan dengan pembangunan, pemerintah harus mampu merancang lebih awal. Khususnya arah pemanfaatan pembangunan tersebut.

a�?Rusunawa ini sebelum dibangun harus ada perencanaan yang matang. Bangunan ini untuk siapa, itu pun harus jelas,a�? katanya, kemarin (26/5).

Rusunawa yang rampung dikerjakan tahun lalu belum ditempati. Ini menandakan proyek tersebut gagal karena tidak ada pemanfaatan.A� Syarif mendorong DPRD Kota Bima untuk memanggil pihak terkait. Menanyakan kejelasan bangunan tersebut sesuai dengan hak interpelasi yang dimiliki dewan.

a�?Sayang uang negara sebanyak itu hanya dianggurin gitu saja. Coba uang itu dibagi untuk bina ekonomi kreatif masyarakat, pasti akan lebih bermanfaat,a�? sindirnya.

Terkait adanya kendala fasilitas penunjang belum lengkap, Syarif menilai itu hanya alasan pemkot saja. Karena menurutnya, tidak mungkin proyek semegah itu fasilitas pendukungnya tidak dipikirkan lebih awal.

a�?Jangan mencari alasan klasik. Kalaupun ada UPT yang mengundurkan diri dan tidak bersedia mengelola itu, pasti ada apa-apanya. Itu yang harus dibongkar dan dicari tahu,a�? tegasnya.

Sementara, belum lengkapnya fasilitas penunjang di Rusunawa menjadi alasan pemkot belum memanfaatkan bangunan berlantai lima itu. Salah satunya ketersediaan air bersih.

Kabag Humas dan Protokol Setka Kota Bima Ihya Ghazali menjelaskan, Rusunawa tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu, serta masyarakat yang berada di bantaran Sungai Padolo. Namun bangunan itu belum bisa ditempati.

a�?Tidak ada masalah lain di lokasi Rusunawa. Hanya persoalan fasilitas penunjang yang belum ada,a�? katanya, kemarin(26/5).

Ihya Ghazali memastikan, bangunan tersebut akan langsung ditempati setelah semua fasilitas penunjang lengkap.

Terkait kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan, pria yang akrab disapa Gozil ini mengaku, hal tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat.Sehingga kaca yang ada pada bangunan tersebut sengaja dipecahkan.

a�?Tingkat kesadaran masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangunan itu masih sangat minim,a�? jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat sekitar untuk menjaga aset negara. Bangunan itu juga untuk masyarakat. Ia meminta masyarakatA� mendukung program pembangunan yang telah dilakukan. Karena untuk mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat cukup sulit.

a�?Ini proyek anggarannya dari APBN, mari kita jaga sama-sama. Jika tidak mampu kita jaga, maka kita akan sulit mendapatkan bantuan seperti ini lagi,a�? bebernya.

Ia mengakui, faktor lain yang menyebabkan belum difungsikannya bangunan tersebut adalah belum adanya Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Sebelumnya, telah dilantik seorang ASN untuk menjadi UPT. Namun yang bersangkutan mengundurkan diri. a�?Kita juga tidak tahu alasan pengunduran dirinya,a�? pungkasnya. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *