Ketik disini

Giri Menang

Tim Penertiban Tak Bertaji

Bagikan

GIRI MENANG – Maraknya sejumlah bangunan melanggar tata ruang dan perizinan menjadi sorotan kalangan dewan. Tim penertiban yang ada pun seakan tak bertaji dengan tidak melakukan penindakan.

Ketua Komisi I DPRD Lobar Muhammad Zulkarnain mengatakan, di kawasan wisata Senggigi masih banyak bangunan yang melanggar roi pantai. Menyalahi perda yang mengatur ketentuan batas bangunan dengan pantai.

a�?Di perda kita itu jaraknya 30 meter, tapi di lapangan bahkan ada yang jaraknya hanya lima meter dari bibir pantai,a�? kata Zulkarnain.

Pelanggaran tersebut, tentu mengambil hak masyarakat. Ruang publik yang diperuntukan bagi masyarakat, dijadikan lahan privat pengusaha. a�?Ruang publik itu lebih penting dibandingkan pendapatan yang akan diraih daerah,a�? tegas dia.

Selain itu, lanjut Zulkarnain, di Senggigi mulai bermunculan usaha yang tidak sesuai dengan ketentuan dan perizinan awal. Banyak pengusaha membuka usaha baru di luar siteplan yang pertama kali diajukan.

Dengan berkembangnya wisata Senggigi, pengusaha berusaha menambah jenis usahanya. Misalnya, sebuah hotel yang awalnya membangun 50 kamar, tapi dalam perkembangannya bertambah 100 kamar. Atau, hotel yang kemudian membuka usaha lain seperti karaoke, bar, hingga spa.

a�?Izinnya ada, tapi pada saat penambahan itu, ada tidak mereka mengurus izin baru, itu yang kita ingin tanyakan,a�? katanya.

Tak sampai di sana. Zulkarnain pun menyoroti masih banyaknya vila yang berstatus pribadi namun dikomersialkan. Ini menyebabkan menguapnya potensi pendapatan yang diraih daerah.

a�?Ada kontribusi dan retribusi yang seharusnya dibayar ke pemkab, jika memang vila-vila tersebut izinnya sesuai. Jangan vila pribadi tapi dikomersilkan,a�? ujarnya.

Zulkarnain pun mempertanyakan peran dari tim penertiban. Adanya dugaan pelanggaran tata ruang dan perizinan seperti itu, seolah-olah dibiarkan begitu saja. Tidak terlihat upaya untuk melakukan penindakan.

a�?Tim penertiban ini kita pertanyakan. Ada tidak data validnya terkait pelanggaran itu? Kalau tidak ada kita akan turun,a�? tegas Zulkarnain.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim melihat perlu dilakukan audit. Menyasar seluruh bangunan yang ada di kawasan wisata Senggigi maupun wilayah lainnya.

a�?Kita akan lakukan audit menyeluruh, biar terlihat dimana saja ada pelanggaran,a�? tandasnya.(dit/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *