Ketik disini

Selong

Akui Kesalahan, Tidak Bela Diri, Pilih Langsung Bayar

Bagikan

Sejak Operasi Patuh Gatarin digencarkan Polres Lombok Timur (Lotim), setiap Jumat Pengadilan Negeri Selong selalu padat. Mereka yang ditilang harus menjalani sidang di sana.

***

PENGADILANA�Negeri Selong tampak lebih ramai dari biasanya, kemarin. Begitu banyak kendaraan yang terparkir, bahkan sampai meluber ke luar. Badan jalanpun penuh sesak. Tak ayal hal ini membuat arus lalu-lintas tersendat. Terlebih pengadilan itu berada di persimpangan jalan uatama yang padat.

Kondisi di dalam pengadilan tak kalah ramai. Mirip pasar dadakan. Begitu banyak warga berjejal, lebih dari 100 orang kala itu. Bisa bertambah dua kali lipat bila orang yang mengantar juga dimasukkan dalam hitung-hitungan. Bukan hendak demo, mereka akan menjalani sidang. Ya sidang, mereka didakwa dengan berbagai bentuk pelanggaran. Intinya satu, pelanggaran lalu lintas.

a�?Saya ditilang Senin kemarin, surat tidak lengkap,a�? kata Zulkifli, salah seorang warga.

Hari Jumat itu memang menjadi hari pengadilan bagi mereka. Sidang akan memutuskan apakah mereka bersalah atau tidak. Apa kesalahannya dan apa hukumannya juga diputuskan dalam sidang itu. Semua bergantung hakim dan fakta persidangan. Sejak pagi hakim menyidangkan satu demi satu kasus yang masuk secara maraton.

Laela, salah seorang remaja putri tampak gugup menati namanya dipanggil. Dalam desak-desakan warga lainnya ia menunggu. Surat-suratnya ditahan. Karena saat itu dia berboncengan tanpa mengenakan helm.

Setelah menanti antrean yang cukup lama, namanyapun dipanggil. Dia langsung menuju kursi panas tempat para terdakwa berbagai kasus biasa didudukkan. Prosesnya tak lama hingga hakim menentukan ia harus membayar denda A�Rp 75. Seketika itu iapun langsung membayarnya. Tanpa sepatah katapun, ia melenggang. Hal itu serupa dengan yang dilakukan orang-orang lainnya.

Padahal mereka semua sebenarnya bisa membela diri. Jika merasa tak bersalah, keberatan bisa diajukan. Namun agaknya semua benar-benar melakukan kesalahannya masing-masing. Sehingga memilih mengakuinya, dan tak membela diri. Langsung membayar denda sesuai yang diputuskan hakim. a�?Memang salah, mau bilang apa,a�? katanya lantas berlalu.

Denda yang diberikan sebenarnya belumlah terlalu besar. Belum mencapai denda maksimal yang ada dalam aturan. Itu tak lepas dari pandangan hakim dengan berbagai pertimbangan.

a�?Yang penting efek jera dan setelah itu jadi taat,a�? kata Kasat Lantas Polres Lotim AKP Bayu Eko.

Hingga kini sudah lebih dari 2.000 warga yang ditilang karena beragam kesalahan. Merekalah orang-orang yang melanggar aturan lalu-lintas yang berlaku. (Wahyu Prihandi/Selong/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *