Ketik disini

Headline Metropolis

Aset Banyak, Keuntungan Secuil

Bagikan

MATARAMA� -A� Aset Pemprov NTB masih banyak yang tersandera. Sebagian belum dikelola secara maksimal oleh pemilik izinnya. Sebagian lagi terkungkung oleh harga sewa yang terlampau murah. Sehingga, tak memberikan keuntungan yang semestinya bagi daerah.

a�?Memang beberapa aset kita masih tersandera. Ada beberapa investor yang sudah mendapat hak pengelolaan aset tetapi tidak juga dimanfaatkan sebagaiman ketentuan,a�? kata Wagub NTB H. Muhammad Amin.

Ia mengakui, salah satu kelemahan saat ini adalah pengelolaan aset yang masih perlu dimaksimalkan. Untuk itu, ia mengaku sudah meminta SKPD terkait untuk melakukan kajian serius guna membebaskan aset-aset yang tersandera tersebut.

a�?Saya sudah minta SKPD terkait mengkaji klosul-klosul yang memungkinkan untuk dilakukan peninjauan kembali terhadap aset-aset yang tak termanfaatkan itu,a�? kata Amin.

Padahal, imbuhnya, Pemprov NTB sudah banyak memberikan kemudahan bagi para investor agar bisa segera melakukan kewajibannya mengelola aset yang diberikan. Namun, harus diakui, masih ada saja investor yang ternyata hanya menebar janji alias tak serius.

a�?Kita akan sisir, izin-izin pengelolaan aset yang sudah diberikan ke investor. Kita inventarisir dulu semuanya, mana yang belum maksimal dikelola. Kan tidak sedikit itu,a�? ungkap Amin.

Di samping itu, ia juga menyinggung perlunya penyesuaian kembali terhadap perhitungan nilai aset. Banyak aset berharga yang dimiliki daerah. Namun, hingga saat ini, hanya dihargai murah oleh investor.

a�?Memang kan dulu sangat welcome pada investasi. Asal (investor) mau masuk, diberi kemudahan. Dulu tidak memperhitungkan kedepannya soal kenaikan sewa aset,a�? katanya.

Ini juga pernah disoroti oleh Fraksi PDIP DPRD NTB. Dewan sempat menyinggung terkait kontribusi sewa aset Pemprov NTB di Gili Trawangan seluas kurang lebih 45 hektare yang terlampau minim.

Aset yangA� penguasaannya diberikan kepada investor yakni PT Gili Trawangan Indah (GTI) tersebut, hingga kini, hanya menyumbang Rp 26 juta per tahun untuk kas APBD NTB. Nilai itu tentunya sangat rendah melihat perkembangan saat ini.

a�?Itulah memang semestinya, perhitungan nilai aset itu harus menjangkau puluhan tahun ke depan. Sekarang ini, banyak aset kita yang tidak lagi sesuai harganya karena masih mengacu pada kesepakatan puluhan tahun lalu. Ini yang harus dievaluasi,a�? pungkas Amin. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *