Ketik disini

Selong

Dorong Pengawasan Internal

Bagikan

SELONG – Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB mendorong pemerintah Lombok Timur (Lotim) mengetatkan pengawasan internalnya.

Tak hanya bergantung pada satu SKPD saja semisal Inspektorat, tiap SKPD harus menjalankan fungsinya masing-masing guna memastikan seluruh pembangunan berjalan sesuai koridor.

”Ini penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” kata pihak BPKP yang memberikan materi, kemarin(1/6).

Dihadapan sejumlah perwakilan SKPD dan apratur kecamatan sejumlah materi diberikan. Intinya mendorong perbaikan tata kelola menejemen keuangan dan pembangunan yang dilakuan birokrasi.

Sesuai Perpres nomer 60 tahun 2006 diatur Sistem Pengendalian Interen Pemerintah (SPIP). Seluruh organisasi birokrasi didorong untuk bisa melakukan hal tersebut.

”Pencegahan supaya arahnya makin jelas dan tidak korupsi,” jelasnya lagi.

Menurutnya sistem yang ada harus diperbaiki. Pola pencegahan internal dengan penataan ulang sistem yang ada menjadi cara yang dianggap mampu memberikan perubahan. Setiap SKPD dan kecamatan bahkan desa berkewajiban menjalankan hal tersebut.

Inspektorat lanjut BPKP menjadi penguat pola menejerial itu. Langkah awal yang harus dilakukan dengan membuat peta resiko dalam masing-masing organisasi. Setelah mengetahui resiko yang ada, beragam kemungkinan yang bisa terjadi lebih mudah terdeteksi untuk diantisipasi dan dicegah.

”Mulai dari penyimpangan administrasi sampai korupsi bisa dicegah, kalau ada kemauan diikuti langkah nyata perbaikan,” sarannya.

Inspektur Inspektorat Lotim Haris mengatakan selama ini pengendalian risiko belum dilakukan saat menyusun rencana kerja. Hal tersebut salah satunya berakibat pada rendahnya serapan anggaran selama ini.

Kedepan ia mengusulkan perencanaan anggaran dilakukan setahun sebelumnya dibarengi pengawasan ketat. Sehingga Januari sudah bisa langsung dimulai berbagai tahapan pembangunan yang sudah dianggarkan. ”Kita akan terus lakukan perbaikan,” jawabnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *