Ketik disini

Giri Menang Headline

Ganti Pimpinan SKPD Malas

Bagikan

GIRI MENANG – Realisasi keuangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Lombok Barat mengundang reaksi keras kalangan dewan. DPRD Lobar mewanti-wanti agar pemkab jangan jatuh pada lubang yang sama. Realisasi PAD jauh di bawah target.

Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim mengatakan, harus dilakukan pembenahan secepatnya. Tak hanya itu, inovasi menjadi keharusan.

a�?Itu wajib hukumnya dilakukan bupati dan jajarannya,a�? kata Sulhan.

Sulhan mengatakan, tahun lalu saja pemkab hanya mampu menggenjot realisasi PAD sebesar Rp 2 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana saat 2014 realisasi PAD Lobar Rp 169 miliar dan Rp 171 miliar di 2015.

a�?Kalau itu terjadi lagi tahun ini, kita jatuh pada lubang yang sama. Untuk kedua kalinya,a�? kritik Sulhan.

Realisasi keuangan yang rendah, menurutnya adalah wanprestasi. Terutama PAD yang masih di angka 24 persen.

a�?Mereka itu ada upah pungut dan itu resmi sebesar lima persen dari realisasi yang didapat. Kalau realisasinya masih rendah, itu patut dipertanyakan,a�? ujarnya.

Menurut Sulhan, pemkab harus segera melakukan intensifikasi terhadap objek pajak terbatas. Seperti mengubah nilai jual objek pajak (NJOP). Saat ini, banyak lahan pertanian dengan posisi yang strategis telah berubah fungsi. Namun NJOP-nya tidak berubah.

a�?Masih banyak perumahan atau pertokoan di pinggir jalan, NJOP menggunakan NJOP tanah pertanian. Jelas rugi daerah kalau seperti itu,a�? ungkapnya.

Reaksi keras pun ditunjukkan anggota DPRD Lombok Barat Indra Jaya Usman. IJU, sapaan akrabnya, menganggap realisasi PAD yang rendah akibat malasnya SKPD dalam mengejar target.

a�?Lebih baik ganti semua yang malas-malas itu, yang tidak memenuhi target,a�? kata IJU tegas.

Menurut dia, persoalan PAD merupakan tanggung jawab besar. Dimana semuanya bermuara kepada bupati, bukan pimpinan SKPD.

a�?Yang dilihat baik buruknya di mata masyarakat itu ya bupati, bukan kepala dinasnya,a�? ujar dia.

Jika dilihat secara politis, lanjut IJU, bupati yang akhirnya menjadi babak belur akibat ketidakbecusan bawahannya. Kalau pejabat dibawahnya tidak mampu mengemban amanah, lebih baik segera dilakukan pergantian.

a�?Ini bukan persoalan personal tapi profesional. Kalau tidak mampu di sana, ya harus mau digeser. Digantikan oleh orang lain yang lebih kompeten,a�? tegasnya.

IJU pun meminta kepada sekda untuk lebih cermat melihat persoalan ini. Terdapat ketidakberesan kinerja jajaran dibawahnya selama hampir enam bulan berjalan.

a�?Mutasi harus cepat digelar, melihat fakta-fakta yang ada sekarang ini. Masyarakat dapat apa kalau kerja eksekutif seperti itu,a�? kata politisi Demokrat ini. (dit/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys