Ketik disini

Sumbawa

Hidup Sederhana dan Bermanfaat Bagi Orang Lain

Bagikan

Pasangan Suami Istri (Pasutri) HM Sanusi Wahab dan Hj Salmah HS dinobatkan sebagai keluarga sakinah teladan versi Kantor Kementerian Agama. Seperti apa keseharian Pasutri ini?

***

PASUTRI HM Sanusi Wahab dan Hj Salmah HS sudah berkali-kali mengikuti lomba keluarga sakina teladan tingkat provinsi. Tahun lalu, pasutri yang dikaruniai empat buah hati ini pernah meramaikan lomba tersebut. Namun, kala itu mereka menempati urutan kedua.

Tahun ini, mereka kembali mewakili Sumbawa untuk bersaing diajang lomba keluarga sakinah. Usaha mereka tidak sia-sia. Untuk kali pertama, pasutri ini berhasil menyingkirkan peserta lain dalam ajang tahunan Kementerian Agama.

Nah, setelah berhasil menjadi yang terbaik di NTB, keduanya bersiap-siap unjuk gigi di tingkat nasional yang akan digelar 13-19 Agustus mendatang.

Lalu bagaimana keseharian pasutri ini?. Jawaban sudah bisa ditebak. Pasutri ini sangat ramah dan bersahaja. Itulah kesan pertama yang ditunjukkan HM Sanusi Wahab dan Hj Salmah ketika Radar Sumbawa (Lombok Post Group) bertandang ke kediamannya di Rw 07 Panto Daeng Kelurahan Brang Bara, kemarin (1/6).

H Sanusi kini berusia 71 tahun. Lebih tua 10 tahun dari istrinya yang kini berusia 61 tahun. Usia pernikahan yang kini mencapai 43 tahun membuat keluarga ini sangat mapan. Berbagai pengalaman dalam kehidupan berumah tangga telah dilalui.A� Kini keduanya tengah menikmati indahnya masa tua.

Meski tergolong keluarga sangat mapan, bagi H Uci, akrap mantan anggota DPRD Sumbawa tahun 70-an itu disapa, hidup sederhana adalah ciri dari keluarganya. Karena berpegang pada prinsip, selain bermanfaat untuk diri sendiri dan kelaurga, hidup juga harus bermanfaat bagi orang lain.

a�?Alhamdulillah sebagai orang tua kami merasa sudah cukup berhasil dalam membina keluarga,a�? kata H Uci, akrap PNS pensiunan Depag Sumbawa itu.

Sebagai kepala keluaga, H Uci menjadi panutan. Bersama istri tercintanya, ia termasuk kepala keluarga yang sukses menciptakan kesejahteraan dalam keluarga. Putri pertamanya, Wahidah Sukma Sari kini menjadi salah seorang bidan. Putranya, Bustanul Arifin menjadi PNS dan bertugas di Diknas.

Putri keduanya Indah Komalasari kini menjadi kepala instalasi farmasi di RSUD Sumbawa. Putri ketigannya Fifit Aulia Rahmi seorang guru di SMA Negeri 4 Sumbawa.

Menurut bapak yang kini dipercaya sebagai sekretaris pengurus Masjid Jami Nurul Huda Sumbawa ini, kunci sukses dalam membangun keluarga yakni pendidikan. Bukan hanya pengetahuan tentang ilmu secara umum yang didapat melalui jalur formal. Namun harus diimbangi dengan ilmu agama.

Ketika dalam satu keluarga telah terjadi keseimbangan antara ilmu pendidikan dan ilmu agama, maka dipastikan keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

a�?Berilah contoh yang baik kepada anak-anak kita. Jadilah panutan. Paling penting hidup bermasyarakat.A� Jadilah orang yang selalu bermanfaat bagi orang lain,a�? pesan H Uci yang juga Ketua RW setempat ini.

Pesan tidak kala bijaknya disampaikan Hj Salmah. Pensiunan guru SD ini mengingatkan kepada setiap pasangan dalam hidup berkeluarga untuk selalu menjadi guru yang baik dalam keluarga masing-masing. Terutama di dalam mendidik anak.

Bahkan ibu yang dipercaya menjadi ketua organisasi pensiuanan wanita Kabupaten Sumbawa ini membuat moto khusus untuk memacu semangat anak.

a�?Ingat malas itu racun bangsa, sampah masyarakat, pintu kemiskinan, dan alamat kebinasaan,a�? kata Hj Uci yang kini juga menjabat sebagai wakil Ketua Wanita Islam Indonesia Kabupaten Submawa itu. (Zulkarnain, Sumbawa/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *