Ketik disini

Selong

Kemenhut Pantau Kasus Jurangkoak

Bagikan

SELONG – Sengketa lahan antara warga pejuang adat Jurangkoak di Bebidas dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sudah menjadi perhatian pusat.

Saling klaim lahan yang belakangan memicu perusakan sebuah pos TNGR di Pesugulan oleh warga setempat  menjadi perhatian serius Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

”Ada kunjungan dalam rangka supervisi kasus perusakan,” kata Kasubbag Tata Usaha, Balai TNGR Mustafa Lubis, kepada Lombok Post.

Kunjungan yang dimaksud adalah kedatangan sejumlah tim dari pusat langsung ke Polres Lombok Timur (Lotim) pagi hingga siang kemarin(1/6).

Kedatangan tentu saja untuk menanyakan perkembangan, mengetahui detail kasus, dan mencari jalan keluar terbaik. Agaknya hadap-hadapan masyarakat dengan Balai TNGR sudah membuat Direktorat Jendral Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan atensi lebih.

”Saya tidak usah komentar dulu,” kata seorang utusan yang ditemui koran ini di polres.

Kunjungan tersebut salah satunya diterima oleh Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Wendi Oktariansyah. Namun seirama dengan tim yang datang, ia juga menolak berkomentar.

”Nanti saja, yang jelas proses hukum jalan terus,” jawabnya.

Pascaamuk massa yang mengakibatkan hancurnya Pos TNGR Suela Kamis (5/5) lalu, Polres Lotim memang bergerak cepat. Tak mau membuang waktu, dua hari berselang polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dijelaskan, saat malam kejadian, tim gabungan dari Polda NTB, TNGR, termasuk Polres Lotim melakukan penggerebekan terhadap dua tersangka perambah hutan Jurangkoak.

”Kemungkinan itu yang menjadi pemicu amuk masa,” katanya menceritakan kejadian beberapa waktu lalu. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *