Ketik disini

Selong

Bantuan Rp 21 Miliar, Berharap Tak Ada Penyimpangan

Bagikan

Pemerintah Lombok Timur (Lotim) tetap akan menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Ramadan tahun ini. Kendati dalam dua tahun penyalurannya terindikasi banyak penyimpangan. Namun keputusan sudah dibuat. Bantuan untuk warga miskin itu tetap dikeluarkan. Kabag Kesra Lotim Cucu Mansur yang bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengaku harap-harap cemas dalam urusan kali ini.

***

KABAG Kesra Lotim Cucu Mansur yang bertindak sebagai penguasa Pengguna Anggaran (KPA) mengaku harap-harap cemas dalam urusan kali ini.

Ditemui di ruang kerjanya yang berada di lantai dua Sekretariat Daerah Lombok Timur (Lotim), Cucu Mansur tak henti menebar senyum. Dia memang dikenal murah senyum dan ramah pada siapapun.

a�?Ayo duduk-duduk,a�? katanya mempersilakan.

Pria yang menjabat Kabag Kesra, Pemerintah Lotim itu kini sedang dipusingkan dengan satu tugas besar. Tugas itu membuatnya harus berpikir keras dan merencanakan semuanya dengan matang. Kendati begitu, ia tak bisa menutupi kekhawatirannya. Dia mengatakan tugas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Ramadan 2016 adalah tugas terberatnya selama menjadi PNS.

a�?Saya berharap semuanya lancar sesuai prosedur,a�? katanya, kemarin (2/6).

Ya, dia menjadi penanggung jawab penyaluran Bansos Ramadan atau yang lebih akrab disebut Parsel Ramadan oleh masyarakat Gumi Selaparang. Wajar pria berkumis ini khawatir. Pasalnya dua bansos terdahulu sarat indikasi penyimpangan. Bansos 2014 kini ditangani Polda NTB. Dalam kasus itu, ada indikasi tidak tepat sasaran. Berulang kali pemeriksaan dilakukan tim dari Polda. Tak terhitung sudah berapa puluh, bahkan ratusan penerima dipanggil satu demi satu terkait hal ini.

Sedangkan Bansos 2015 kini ditangani Polres Lotim karena laporan diduga tidak sesuai spesifikasi bantuan yang disalurkan. Masyarakat tahun lalu sempat mengeluhkan kualitas barang yang diterimanya sangat rendah. a�?Saya berusaha kerja maksimal,a�? jawabnya.

Dia tak mau masalah serupa menimpanya ketika menjadi KPA. Hingga kini renca penyaluran 80 ribu paket Bansos untuk warga tak mampu Lotim itu sudah mencapai tahap verifikasi. Sedikit tersendatnya proses karena dalam tender pertama, tak ada pihak yang mengikutinya. Baru pada tender kedua satu perusahaan masuk untuk penyaluran sembako kecuali beras. Dan dua perusahaan untuk penyaluran beras.

a�?Nanti pembagiannya di atas tanggal 20 dan di bawah tanggal 30 Juni,a�? kata mantan Sekretaris BPBD Lotim itu.

Dengan anggaran mencapai Rp 21 miliar, setiap warga yang menerima akan mendapat beras 15 kilogram. Dalam bantuan itu ada juga gula, sirup, minyak goreng, mi instan, sarung, dan biskuit. Menentukan siapa saja yang berhak menerima, kecamatan kini terus melakukan pendataan. a�?Ada variabelnya siapa saja yang berhak, tentu pakai data statistik,a�? tandasnya. (Wahyu Prihandi/Selong/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys