Ketik disini

Headline Pendidikan

Kelas Dobel Hambat Kurtilas!

Bagikan

MATARAM – Penerapan kurikulum 2013 (kurtilas) menjadi perhatian khusus Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB.

Kurtilas akan berjalan lancar apabila sekolah tidak menerapkan double shift (kelas dobel). Beberapa sekolah di NTB, khususnya di Mataram masih menerapkan kelas dobel.

“Kalau masih double shift maka tak bisa diterapkan kurtilas,” kata Kasi Dikmen Dinas Dikpora NTB H Muhtadi Hairi, kemarin (20/5).

Dijelaskan, beberapa sekolah yang masih menerapkan kelas dobel bisa dicegah pada Penerimaan Pseserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Sekolah double shift harus bisa mengurangi jumlah siswa yang diterima. Jangan sampai masih menerima siswa seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Paling tidak sekolah yang menerapkan dobel shift bisa megurangi jumlah siswa yang diterima tahun ini,” imbuh Muhtadi.

Mencegah sekolah di Kota Mataram agar tidak menerapkan double shift pihaknya sudah mendatangi Wali Kota Mataram.

Beberapa Dikpora NTB datang ke Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh membahas PPDB. Ia menyampaikan terkait penerapan kurtilas untuk sekolah di Mataram kepada orang nomor satu di Kota Mataram.

“Kalau wali kota yang mengarahkan maka mau tak mau sekolah akan menerima,” ujarnya.

Muhtadi menyebutkan, beberapa sekolah di Mataram tidak bisa menerapkan kurtilas. Ia menyebutkan, SMAN 2 Mataram dan SMAN 7 Mataram akan sulit menerapkan kurtilas apabila masih menerima siswa seperti tahun lalu pada PPDB tahun ini.

Jika pada PPDB tahun ini, dua SMA ini bisa mengurangi jumlah siswa diterima sesai dengan kapasitas maka bisa menerapkan kurtilas. Sebaliknya, jika menerima siswa melebihi kapasitas maka tak akan bisa menerapkan kurtilas.

“Kami ingin hal ini bisa dicegah,” singkatnya.

Ia menyebutkan, saat ini di SMAN 2 Mataram ada 31 kelas. Sedangkan jumlah rombongan belajar (rombel) 41. Sedangkan di SMAN 7 Mataram jumlah ruang kelas 31 ruang dengan jumlah rombel 44.Dua sekolah ini bisa menerapkan kurtilas maksimal jumlah rombel 27.

“Hal ini akan bisa dicapai apabila PPDB tahun ini sekolah bisa mencegah jumlah siswa yang diterima. Tidak apa-apa ruang keterampilan dan laboratorium dijadikan kelas demi siswa masuk pagi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala SMAN 2 Mataram Sahnan MPd akan mencoba mengurangi jumlah siswa yang masuk di sekolah yang dipimpinnya. Sekolah akan menerima siswa sesuai dengan kapasitas. Sehingga, tidak ada siswa ada yang masuk siang.

“Kami akan coba mengurangi jumah siswa yang masuk pada PPDB tahun ini,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Sahnan, double shift yang diterapkan di SMAN 2 Mataram tidak langsung hilang. Ini akan dilakukan secara bertahap.

“Kita akan turunkan jumlah siswa yang diterima. Tapi tidak drastis,” ungkap Sahnan. (jay/r11)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *