Ketik disini

Kriminal

Mantan Bupati KLU Kembali Dipanggil

Bagikan

MATARAM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB kembali melayangkan panggilan kepada mantan Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Djohan Samsju. Rencananya, ia akan dimintai keterangan terkait dana Bantuan Sosial (Bansos) 2015, pekan depan.

Selain Djohan, kejaksaan mengagendakan pula pemeriksaan terhadap mantan Penjabat Bupati KLU Ashari. Keduanya akan diperiksa secara terpisah, tapi hari yang sama.

Juru Bicara Kejati NTB I Made Sutapa mengatakan, mantan bupati serta penjabat bupati sudah dipanggil. Suratnya sudah dilayangkan kepada yang bersangkutan. Rencananya, mereka dijadwalkan dimintai keterangan Selasa depan.

”Kita panggil lagi,” katanya kepada Lombok Post, kemarin (2/6).

Ia mengaku, keduanya sudah pernah dimintai keterangan. Tapi, tim penyelidikan masih membutuhkan keterangannya, sehingga dipanggil lagi. Permintaan keterangan ini sifatnya penambahan saja.

”Ada yang mau kita dalami,” jelas dia.

Mantan bupati dan penjabat itu akan didalami terkait penyaluran bansos. Karena, ada keterangan dari pejabat KLU dan penerima bantuan yang perlu diklarifikasi lagi kepada mereka.

”Kita singkronkan keterangan mereka itu dengan pihak-pihak yang pernah dimintai keterangan sebelumnya,” tegas Sutapa.

Lebih lanjut, Sutapa menjelaskan, pencairan Bansos ini bertahap dan menggunakan anggaran dari APBD murni dan APBD Perubahan.

Pada APBD Murni anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 3,7 miliar. Saat itu, penandatangan SK penerima bansos dilakukan mantan Bupati KLU Djohan Samsju.

Sementara, pada APBD perubahan Rp 10,2 miliar. Ketika anggaran dicairkan, Ashari bertindak selaku penjabat bupati KLU.

Jadi, total bansos Rp 14 miliar namun yang terealisasi sekitar Rp 13,2 miliar. ”Keduanya mengetahui persis pencairan dana bansos. Ini yang kami dalami lagi,” tegasnya. (jlo/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *