Ketik disini

Tanjung

Pemda-Masyarakat Punya Bekal Hadapi Bencana

Bagikan

TANJUNG – Suasana di Kecamatan Pemenang kemarin pagi (2/6) diselimuti kepanikan. Masyarakat tampak berlarian tak tentu arah setelah gempa bumi berkekuatan 7,5 SR mengguncang. Tidak lama setelah gempa terjadi, peringatan tsunami pun diumumkan BMKG.

Serentak pengeras suara di masjid-masjid yang berada di wilayah Pemenang termasuk tiga gili pun berbunyi. Isinya mengumumkan agar warga segera mengungsi ke lokasi aman sebelum gelombang tsunami menerjang.

Ini adalah skenario gladi lapangan penanggulangan bencana gempa bumi yang menimbulkan tsunami yang dilakukan BPBD NTB di lapangan Pemenang, kemarin (2/6). Gladi ini melibatkan BPBD NTB, BPBD Lombok Utara, kepolisian, TNI, BMKG, Basarnas, SKPD, dan masyarakat.

Pantauan koran ini, rangkaian gladi dilakukan mulai dari peristiwa gempa terjadi disusul tsunami. Kemudian pertolongan kepada masyarakat dan penanganan di sejumlah cluster yang telah disiapkan.

Sekda Lombok Utara H. Suardi mengungkapkan, kegiatan seperti ini memang sangat dibutuhkan masyarakat Lombok Utara. Melihat geografis, geologis, dan demografis Lombok Utara memiliki potensi bencana alam cukup tinggi. ”Gladi lapang ini bagus sebagai persiapan antisipasi dini kesiapsiagaan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana yang mungkin timbul,” ujarnya.

Ditambahkan, rangkaian gladi posko dan gladi lapang penanggulangan bencana yang disenggalerakan BPBD NTB ini harus dilaksanakan dengan perencanaan sistematis, integral dan strategi yang tepat. Agar implementasi mendapatkan output yang sesuai.

Suardi melanjutkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam gladi lapangan. Seperti rencana operasional gladi (ROG) penanggulangan bencana yang terkonsep sistematis, terukur, dan baku.

Selain itu, diperlukan sistem lengkap dengan kronologis sehingga rangkaian kegiatan dapat memberikan gambaran utuh apa yang harus dilakukan saat bencana benar-benar terjadi. ”Ada empat aspek yang perlu dipatuhi sesuai SOP yakni situasi, reaksi, koordinasi, dan tindakan,” cetusnya.

Lebih lanjut, Suardi mengatakan, kegiatan ini harus melibatkan seluruh stakeholder pengambil kebijakan. Baik di tingkat kabupaten hingga provinsi seperti Basarnas, Tagana, TRC, LSM, dan kalangan kesehatan.  ”Semoga dengan simulasi ini seluruh pihak dan masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD NTB H. Azhar mengatakan, gladi lapangan ini mempraktekkan kondisi dan apa yang harus dilakukan stakeholder dan masyarakat saat terjadi gempa dengan skala 7,5 SR dan menyebabkan tsunami. ”Pemenang menjadi wilayah yang rawan diterjang tsunami maka kita gelar di Pemenang,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam gladi ini juga sebagai sarana mengecek kelengkapan dan peralatan yang dimiliki BPBD dalam penanggulangan bencana. Supaya jangan sampai saat memang diperlukan peralatan yang ada justru tidak bisa digunakan. (puj/r9/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *