Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Pola Linkage KUR Belum Terealisasi

Bagikan

MATARAM-PT Bank Neara Indonesia (Persero) menerapkan pola linkage dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sayangnya, pola ini belum terealisasi di semua daerah. Padahal BNI telah berkomitmen menjadikan BPR sebagai mitra strategis penyaluran kredit.

“BNI bersama Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) pusat sudah kerja sama terapkan pola linkage KUR, tapi belum ada implementasinya,” kata Ketua Perbarindo NTB Yanuar Alfan, kemarin (2/6).

Ia menilai, belum ada tindak lanjut di daerah karena kurangnya sosialisasi. Padahal penyaluran KUR melalui pola linkage merupakan salah satu strategi BNI untuk mempercepat penyaluran KUR, khususnya mikro. Melalui linkage, kredit nantinya akan diberikan langsung kepada pelaku usaha mikoro kecil dan menengah (UMKM) yang memenuhi syarat penerima KUR.

Namun dari sisi BPR pihaknya masih mempertimbangkan pola tersebut. Pasalnya, BPR mendapat plafond pinjaman KUR terbatas hanya Rp 25 juta. Tidak hanya itu, melihat cost of fund dari 12 persen suku bunga KUR, sementara yang disubsidi pemerintah 9 persen maka sisa suku bunga KUR dinilai BPR belum menguntungkan.

“Jatuh-jatuhnya 5 persen, flat dua belas bulan, hanya Rp 100 ribu per bulan dari Rp 25 juta,” tutur Yanuar.

“Karena tipis itu juga mungkin belum ada BPR salurkan KUR,” tambahnya.

Selain itu untuk bisa menyalurkan KUR, BPR harus memenuhi sejumlah persyaratan. Yakni kondisi Non Perfoarming Loan (NPL) BPR maksimal lima persen, dan channeling dengan bank umum penyalur KUR.

“Sementara belum banyak BPR memiliki kondisi NPL dibawah syarat,” tandasnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *