Ketik disini

Sumbawa

Takut Ketahuan Hamil, Korban Dicekoki Minuman Bersoda

Bagikan

Noda hitam mewarnai perjalanan hidup Bunga (bukan nama sebenarnya, red). Ia diperkosa ayah tirinya. Korban juga diancam akan dibunuh jika berani buka mulut.

***

SEORANG gadis belia perlahan keluar dari RSUD Sumbawa, kemarin (2/6). Ia ditemani beberapa kerabatanya. Salah satu yang mendampingi korban tengah mengandung.

Gadis belia itu mengenakan kemeja warna merah jambu. Ia berjalan pelan memasuki angkutan umum. Rencananya mereka akan kembali Kecamatan Plampang menggunakan bus.

Gadis belia itu, Bunga (nama samaran). Korban pemerkosaan ayah tirinya. Ia baru saja mendapatkan perawatan akibat pendarahan yang dialaminya. Korban ini diperkosa ayah tirinya hingga hamil.

Sebelum mendatangi RSUD Sumbawa, korban sempat dirawat di Puskesmas Plampang. Namun, Bunga harus dibawa ke RSUD Sumbawa karena pendarahan yang dialami perlu mendapat perawatan serius.

Korban tidak datang sendirian. Ia didampingi juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbawa Fatriaturrahma.

Sebelum pulang, Atul sapaan akrab Fatriaturrahman sempat berbincang-bincang dengan Radar Sumbawa (Lombok Post Group). Menurut pengakuan korban, kata Atunl, ia dipaksa melayani nafsu bejat ayahnya sejak Maret lalu.

Saat itu kondisi rumahnya sedang sepi. Kesempatan ini dimanfaatkan pelaku untuk memaksa korban melayani nafsu bejatnya. Awalnya Bunga menolak dan meronta. Tapi, pelaku mengancam Bunga. Ia pun hanya bisa pasrah. Terpaksa melayani nafsu bejat ayah tirinya itu.

Perbuatan ini ternyata tidak hanya sekali. Setiap kali kondisi rumah sepi, pelaku langsung memaksa korban melayani birahinya.

”Setelah selesai mencabuli korban, pelaku tempat menyelipkan ancaman,” katanya.

Akibat perbuatan ayah tirinya, Bunga hamil. Saat itu, korban tidak berani bercerita. Tapi, kehamilan korban rupanya diketahui pelaku. Tak ingin diketahui orang, pelaku mencoba menghilangkan jejak perbuatan bejatanya.

Pelaku meminta korban mengkonsumsi minuman bersoda.  Korban pun tak kuasa melawan. Ia pun menuruti permintaan pelaku dan meminum minuman bersoda dalam jumlah yang sangat banyak.

Terlalu banyak mengkonsumsi minuman bersoda, korban mengalami pendarahan dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas Plampang. Setelah beberapa hari dirawat di puskesmas, Bunga kemudian dilarikan ke RSUD Sumbawa untuk proses selanjutnya.

Atul mengatakan, pihaknya telah memberikan saran kepada ibu Bunga. Yakni mengirim Bunga ke Panti Sosial Paramita di Mataram untuk dipulihkan kondisinya. Baik itu secara fisik maupun secara psikis.

”Karena Bunga bisa tetap bersekolah sambil dipulihkan kondisinya di sana,” kata Atul.

Usulan ini diterima positif ibu korban.  Ibunya berharap kondisi Bunga bisa pulih.

”Kalau bisa saya urus SPJ dari LPA melalui LK3 Dinas Sosial sekarang, besok (hari ini) Bunga bisa langsung dikirim ke Mataram,” pungkas Atul. (Randy Pratama/Sumbawa/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *