Ketik disini

Kriminal

Warga KSB Gedor Polda dan Kejati NTB

Bagikan

MATARAM – Ratusan warga Kabupaten Sumbawa Besar (KSB)A� mendatangi Polda dan Kejati NTB kemarin (2/6). Mereka mendesak aparat hukum, membongkarA� sejumlah kasus koruupsi di KSB.A� Diantaranya dugaan pembobolan dana kasA� Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Dikbudpora) KSB.

“Kami menuntut agar pihak kepolisian menangkap aktor di balik kasus pembunuhan H Ahmad Alfan,” kata Irvan Zulfahmi dalam orasinya di depan Polda NTB, kemarin(2/6).

Massa menduga kasus pembunuhan pengusaha KSB berkaitan dengan dugaan pembobolan dana kas Dikbudpora KSB tahun 2012, senilai Rp700 juta.

Selain itu, massa aksi juga menuntut untuk menuntaskan kasus penanganan proyek pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK)A� di Poto Tano. Ia mereka menduga ada sesuatu yang membuat pihak Universitas Mataram enggan menjadi tim ahli dalam kasus tersebut.

“Kalau Unram tidak juga mau membantu Kejati NTB, hentikan saja perkara ini, dan limpahkan ke aparat penegak hukum yang lebih berkompetensi,” protesnya.

Dijelaskan, kasus itu sudah dilaporan 2013. Namun, belum juga ada tindak lanjut. Konon Kejati NTB masih menunggu hasi hitung yang dilakukan pihak Unram.

Kajati NTB melalui jaksa yang mewakili Anak Agung Bagus Kusimantara mengatakan,kasus ini masih terbentur dengan teknis perhitungan kerugian negara. Pasalnya audit fisik bangunannya yang rumit dan membutuhkan waktu.

a�?Kita masih melakukan penyelidikan terkait dengan kasus itu,a�? ujar Agung saat menemui mass aksi.

Terkait kondisi tersebut, Kejati NTB berjanji akan kembali berkoordinasi dengan Fakultas Teknik Unram. Bagus berjanji akan turun langsung melakukan pengecekan fisik bersama dengan tim ahli. Namun, pihaknya masih menunggu kesiapan dari atasan.

Diketahui bahwa proyek pembangunan gedung BLK di Kecamatan Poto Tano mendapat kucuran APBN. Anggaran itu disalurkan melalui Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia tahun 2008-2009, sebesar Rp3 miliar lebih. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *