Ketik disini

Metropolis

Dewan “Intip” Proyek Osamtu

Bagikan

MATARAM – Proyek Pusat Pengolahan Sampah Tunas (Osamtu) mendapat perhatian serius kalangan dewan. Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, beserta rombongan Komisi III DPRD Kota Mataram turun langsung memeriksa proyek di TPS Sandubaya tersebut.

Rombongan yang dikomandani H Didi Sumardi ini memeriksa sistem kerja tungku pembangkar sampah. Mulai dari proses pembakaran hingga pengelolaan limbah abu yang dihasilkan.

Dewan juga meminta keterangan dari Sri Tedjo Wulan, selaku perancang tungku Osamtu. Sebab proyek yang dibangun menggunakan dana hibah Rp 175 juta ini belum berfungsi maksimal.

Dalam sidak ini, dewan menemukan tungku Osamtu yang masih banyak kekurangan. Seperti belum memiliki pengurai asap hasil pembakaran. Asap dari sampah tersebut diprotes pihak Bulog, karena gudang penyimpanan berasa berada di dekat tungku. Mereka terganggu dengan asap pembakaran tersebut.

Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mengatakan, dari segi konsep, dewan sudah mempelajari lebih awal. Sehingga ia optimis alat ini cukup menjanjikan untuk memecahkan permasalahan sampah. Sebab Osamtu merupakan inovasi baru dalam pola penanganan sampah.

Dari pola konvensional menjadi lebih modern. Sekarang setelah dilaksankan, ia berharap Osamtu bisa menjadi satu kesatuan penanganan sampah di Kota Mataram.

”Sekaligus merubah pola selama ini, kalau dulu endingnya adalah TPA sekarang adalah tungku,” ujarnya.

Hasil sidak menunjukkan, di luar masalah limbah abu dan asap menurutnya tungku Osamtu sudah mulai menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari rasio volume sampah yang mampu dibakar dalam waktu singkat. Di mana setiap dua jam tungku bisa melumat 15-16 meter kubik atau setara dua truk.

”Tinggal pak Tedjo menjawab soal asap,” imbuhnya.

Ia menekankan, persoalan ini harus segera diatasi agar alat tersebut bisa bekerja secara sempurna. Tidak lagi ada protes masalah asap. Tentu pembangunan dilakukan bertahap, namun ia berharap secepatnya bisa dilakukan.

Didi menekankan, program ini akan dilanjutkan apabila dalam ujicoba ini berhasil. Tapi bila tidak efektif, tentu pemerintah perlu mempertimbangkan lagi untuk melanjutkan Osamtu.

Tapi hal ini baru bisa disimpulkan apabila alat tersebut sempurna. Sehingga bisa dinilai efektif atau tidak alat tersebut untuk menangani sampah di Mataram.

Ia juga berharap SKPD ikut mendukung sepenuhnya program ini. Jangan ada anggapan bahwa adanya Osamtu menghilangkan peran mereka.

Cara berpikir seperti itu harus dirubah. Inovasi dari masyarakat ini harus diintegrasikan dengan kerja-kerja SKPD. Seperti Dinas Kebersihan dan Badan Lingkungan Hidup. Mereka harus saling mendukung.

”Jangan sampai pemikirannya (keliru) kalau ada Osamtu, Dinas Kebersihan bubar,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Kebersihan Kota Mataram Dedi Supriadi mengharapkan, pengelola Osamtu menyempurnakan proyek tersebut. Dinas sudah menyiapkan dana Rp 200 juta untuk pembuatan pengurai asap. Jika alat sudah sempurna, baru bisa dievaluasi sejauh mana efektifitas program tersebut.

”Tidak bisa sekarang kita mau ngomong, menilai apa,” katanya.

Menurutnya, jika program tersebut baik, pihaknya akan berusaha membantu. Tapi ia meminta sempurnakan dulu alat tersebut. Hasilnya seperti apa. ”Kalau memang bagus mengapa tidak,” ujarnya. (ili/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *