Ketik disini

Metropolis

Tim Penertiban Jangan Loyo

Bagikan

MATARAM – Dewan meminta tim terpadu Kota Mataram tidak loyo dalam menindak pelanggaran tata ruang. Dibutuhkan sikap tegas tanpa pandang bulu. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram H Husni Thamrin meminta tim garang seperti saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) Jalan Bung Hatta.

a�?Jangan sampai ada kesan tidak berkeadilan,a�? kata politisi PPP ini.

Ia berharap dengan menertibkan pedagang kecil, juga akan dilanjutkan dengan menertibkan pelanggar besar. Seperti toko-toko yang banyak menggerus lahan parkir.

Tim yang merupakan gabungan dari beberapa instansi, seperti Dinas Tata Kota, BPMP2T, satpol PP juga TNI, Polisi dan Kejaksaan diharapkan bekerja cepat. Jika sudah didata, dipanggil untuk mencari solusi. Baru mengambil tidakan tegas.

a�?Jangan bergairah di awal, loyo di akhir,a�? ujar Thamrin.

Pendekatan persuasif perlu, tapi jika pelanggaran terus dibiarkan makan akan merembet ke sana kemari. Sehingga wajah Kota Mataram akan semakin hancur.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Samsul Bahri mengatakan, melihat kondisi Mataram yang semeraut, maka harus segera ditangani. Selain itu jangan sampai ada pilih kasih. Besar dan kecil harus diperlakukan sama.

a�?Ini pelanggaran jangan dipilah pilih. Jangan jadi momok,a�? katanya.

Dari kaca mata sosial ekonomi, masalah ini juga harus dilihat sebagai sebuah permasalahan ekonomi. Di mana masyarakat membutuhkan lahan untuk berjualan.

Tapi pelanggaran terhadap tata ruang juga harus tetap ditindak. Sebab pembangunan juga harus memperhatikan faktor keindahan dan estetika kota.

a�?Jangan ada pemahaman ini PKL, ini ruko yang jelas pelanggaran perlakuannya harus sama,a�? ujar politisi Nasdem ini.

Meski demikian, ia berharap selama puasa tidak ada aktivitas penertiban sebab bisa menganggu kekhusuan ibadah. Nanti setelah Lebaran baru dilakukan penertiban. (ili/r4) A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *