Ketik disini

Giri Menang Headline

Kasus Kekerasan Anak Meningkat

Bagikan

GIRI MENANG – Kasus kekerasan terhadap anak di Lombok Barat (Lobar) cukup mengkhawatirkan. Trennya pun mengalami peningkatan di setiap tahunnya.

Berdasarkan catatan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lobar, terjadi 136 kasus di 2015.

Ketua Harian P2TP2A dr Aan Putra Suryanatha mengatakan, jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan 2014. Dimana dua tahun lalu terjadi 132 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

a�?Tapi di tahun ini, hingga Mei, jumlahnya baru 27 kasus yang kita tangani. Semoga tidak ada penambahan,a�? kata dia.

Menurut dr Aan, anak merupakan aset bangsa. Jika dibiarkan dengan tidak memberikan perlindungan, dikhawatirkan bisa menjadi lost generation.

P2TP2A pun telah memikirkan dampak kekerasan terhadap anak ini. Dan, berupaya melakukan pencegahan. Kata dr Aan, upaya ini diwujudkan dengan membentuk community center (CC) di setiap desa.

a�?Dari sana, ada konselor yang kita taruh di setiap desa, jumlahnya mencapai 122 orang,a�? ujarnya.

Tugas konselor ini sendiri, jelasnya, memberikan sosialisasi kepada masyakat desa setempat. Guna mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

Selain itu, konselor juga bisa memberikan advokasi terhadap korban kekerasan, baik anak dan perempuan.

Sementara itu, menurut catatan Polres Lobar, kasus kekerasan anak dan perempuan pun mengalami peningkatan.

Kanit PPA Polres Lobar Bripka I Wayan Ciptanaya mengungkapkan, selama 2016 ini, hingga Mei, pihaknya telah menangani 7 kasus di wilayah hukum Polres Lobar.

Angka tersebut sama dengan jumlah kasus yang ditangani Polres Lobar sepanjang tahun lalu.

a�?Ini menjadi atensi kami. Beberapa di antaranya telah diproses hukum,a�? katanya.

Langkah kepolisian, lanjut dia, mengikuti program yang telah diinstruksikan Kapolres Lobar AKBP Wingky Adhityo Kusumo. Di mana setiap Bhabinkamtibmas melakukan sosialisasi dan komunikasi di setiap desa.

a�?Turun dengan cara door to door ke setiap rumah warga, mensosialisasikan terkait kekerasan terhadap anak,a�? ujarnya. (dit/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *