Ketik disini

Pendidikan

Lulusan SMK Kehutanan QH Dilirik Pusat

Bagikan

GIRI MENANG – Sebanyak 27 siswa SMK Kehutanan Qomarul Huda (QH), Narmada Lombok Barat diwisuda. Wisudawan angkatan III/IV langsung diserap Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yang bergerak dalam bidang kehutanan. Wisuda berlangsung di eks Asrama Haji Lobar berjalan lancar.

Kepala SMK Kehutanan Qomarul Huda Lobar Zainuddin mengatakan, dasar terbentuknya SMK Kehutanan karena maraknya ilegal loging dan kurangnya sumber mata air.

a�?Untuk menyadarkan masyarakat sekitar kawasan maka lewat generasi muda ini,a�? ujarnya.

Zen sapaan akrabnya mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya dicanangkan berdiri 2008. Pada 2010 terbentuk dan pada 2011 mendapat izin operasional. Di tahun pertama berdiri, SMK kehutanan mendapat siswa 22 orang dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Aturan dari Kementerian Kehutanan SMK Kehutanan maksimal menampung siswa dua rombongan belajar dengan satu rombel kapasitasnya 25 siswa.

a�?Kami hanya bisa menerima 50 siswa per tahun,a�? ujarnya.

Ia menyebutkan, SMK Kehutanan QH telah kerja sama dengan Kementerian Kehutanan melalui KPH. Disamping itu, dengan DUDI yang bergerak dalam bidang kehutanan. Penyebaran lulusan angkatan pertama banyak terserap di Kementerian Kehutanan di KPH, bahkan sampai di berbagai KPH Sulawesi Barat.

a�?Selan itu lulusan juga diserap DUDI luar daerah,a�? akunya.

Zen meminta kepada pemerintah untuk tidak memandang sebelah mata sekolah swasta. SMK Kehutanan QH LobarA� mampu bersaing ditingkat nasional. Pada 2015 lalu, SMK Kehutanan Lobar meraih juara II Jambore nasional SMK kehutanan. Tahun ini, lebih membanggakan, SMK Kehutanan Lobar berhasil meraih hasil Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) terbaik se-Indonesia.

a�?Kami juga mendapat piagam penghargaan juara II Integritas pelaksanaan UN 2016,a�? ujarnya.

Kasi SMK Dikpora NTB Nasip meragukan sensus yang dilakukan BPS NTB terkait SMK menjadi penyumbang pengangguran NTB. Data ini dinilai tidak valid. Pasalnya, banyak lulusan SMK yang menjad wirausaha tidak didata sebagai lulusan SMK.

a�?Mereka hanya mendata yang nganggur saja. Padahal banyak lulusan SMK banyak terikat kontrak kerja dengan DUDI,a�?ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Lobar Agus Gunawan mengatakan, proses wisuda ini bukan proses akhir, melainkan proses awal. Para siswa diharapkan mampu bersaing mencari lapangan kerja. Kesempatan kerja siswa cukup besar. Dimana, luas Lobar 42 hektare A�40 persennyaA� hutan. Di sini para siswa nantinya bisa meletarikan hutan dengan bekerja di KPH yang ada.

a�?Bahkan Lobar akan merekrut Polhut,a�? ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pondok Pesantren QH, Kepala Dinas Kehutanan, perwakilan BPDAS, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat, Perwakilan KPH Tastura, Perwakilan KPH Rinjani Timur, Kepala SMK QH, Kasi SMK Dikpora NTB, Perwakilan Camat Lingsar, dan beberapa Kepala Desa serta para tamu undangan lainnya.(jay/r11/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *