Ketik disini

Opini

Mengisi Bulan Ramadan : Membuat Rumah Mirip Pesantren

Bagikan

oleh Joko Pramono, S. Pd.

Guru SMA Negeri 1 Kopang, Lombok Tengah

A�***

a�?Aroma bulan Ramadan sudah tercium, ya? Padahal sekarang masih bulan Syaban.a�? a�?Benar, tapi ada yang merisaukan hati.a�? a�?Merisaukan hati?a�? a�?Pasalnya, saat berpuasa, kebiasaan anak saya malah banyak tidur.a�? a�?Anak saya justru melotot di depan layar televisi sepanjang hari.a�? a�?Anak saya kerjaannya main catur seharian.a�?A� a�?Anak saya keranjingan main game.a�? Itulah kutipan obrolan para ibu yang yang sempat saya rekam beberapa waktu lalu dalam acara arisan bulanan keluarga. Nadanya sama, mengeluh. Mereka mengeluhkan tentang perilaku anak-anak mereka selama berpuasa Ramadan pada tahun-tahun lalu.

Lalu di antara mereka ada yang mengusulkan, bagaimana kalau anak-anak dimasukkan saja ke pesantren-pesantren kilat selama Ramadan, yang banyak ditawarkan menjelang bulan puasa. Sebagian besar dari mereka, menyetujui usul itu. Sebagian kecilnya tidak menyetujui. Yang menyetujui beralasan agar anak-anak bisa menimba ilmu agama dan mendalaminya. Yang tidak menyetujui beralasan bahwa memasukkan anak-anak ke pesantren kilat selama bulan Ramadan hanya akan memenjarakan anak. Di samping itu, waktu sebulan tidaklah akan efektif apalagi mampu mengubah perilaku seseorang.

Sedih dan prihatin. Itu barangkali ungkapan yang bisa kita sampaikan bila anak-anak kita, keluarga kita, atau bahkan kita sendiri kurang mampu mengisi atau memanfaatkan kesempatan a�?bulan Ramadana�� yang datang sekali dalam setahun.

Kembali pada masalah diatas. Tampaknya, usulan a�?memasukkan anak-anak ke pesantren kilat selama bulan Ramadana��, boleh juga. Namun, apa iya, kita benar-benar sudah tidak mampu mendidik anak-anak hingga harus a�?mengevakuasia�� mereka ke pesantren-pesantren kilat?

A�Setelah berpikir cukup lama untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan ini, akhirnya terbersit dalam hati saya,A� a�?Bagaimana jika kita mencoba mengondisikan rumah kita seperti pesantren selama bulan Ramadan?a�? Mendengar atau membaca pertanyaan seperti itu, mungkin kita akan segera balik bertanya, a�?Apa mungkin? Apa tidak sulit? Bagaimana caranya?a�?

Jawabannya, Insya Allah a�?mungkin dan tidak sulita��. Semuanya bergantung pada diri kita masing-masing. Jangankan perkara yang sulit, perkara yang mudah pun bila kita menganggapnya sulit maka akan terasa menjadi sulit. Masalah mengondisikan rumah seperti pesantren selama Ramadan bukanlah perkara yang mudah tetapi juga bukan masalah yang sulit-sulit amat. Dengan ketekunan, kesabaran, kedisiplinan, kegigihan, ketidakputusasaan, dan keistiqomahan; insya Allah segala kesukaran dapat diubah menjadi kemudahan.

Untuk menjawabA� a�?bagaimana caranya?a�� Berikut ini saran-saran yang dapat kita coba dan praktikkan dalam mengondisikan rumah seperti pesantren.

  • Adakan musyawarah dengan anggota keluarga. Bapak, ibu, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya harus dilibatkan. Dalam musyawarah tersebut, sampaikan rencana kita untuk mengondisikan rumah seperti pesantren selama bulan Ramadan.
  • Susunlah agenda kegiatan bulan Ramadan dari malam pertama sampai malam terakhir. Agenda harus jelas nama kegiatan dan waktu pelaksanaannya (hari, tanggal, dan jam). Agenda kegiatan ini pada dasarnya merupakan target-target dalam peningkatan iman dan takwa selama mengisi bulan Ramadan.
  • Ajak dan libatkanlah anak-anak dalam penyusunan agenda kegiatan ini termasuk aturan-aturan yang harus ditaati dan sanksi-sanksi yang akan diterima bila melanggar aturan-aturan yang telah disepakati bersama.
  • Usahakan setiap anak memiliki buku target. Mengingat setiap individu memiliki kemampuan yang tidak sama. Dengan buku itu, mereka akan mencatat segala aktivitas berkaitan dengan pencapaian target.
  • Luangkan waktu untuk selalu mengontrol buku target setiap anak. Dengan begitu, anak merasa diperhatikan. Jangan lupa, selalu tanamkan pada diri anak bahwa Allah Maha Mengetahui.
  • Untuk menambah motivasi beribadah, buat dan pajanglah tulisan-tulisan berupa kata-kata motivasi yang bisa diambil dari petikan ayat Alquran, hadits, atau sumber lainnya. Kita dapat mencarinya di internet. Tinggal klik, pilih, cetak, dan pajang. Memajangnya bisa di kamar, ruang tengah, atau di mana saja yang penting mudah dilihat dan dibaca.
  • Agar terasa lebih nyaman selama pelaksanaan ibadah selama Ramadan, setinglah rumah agak berbeda dari hari-hari biasanya. Usahakan rumah selalu dalam keadaan bersih dan rapi. Untuk keperluan ini, libatkan anak-anak. Mulai dari membersihkan tempat tidur, mengatur ruangan, kitab, buku, dan fasilitas lainnya hingga menyapu halaman rumah, semuanya pengerjaannya diatur dengan cara bagi tugas.
  • Siapkan dana khusus untuk keperluan bulan Ramadan! Misalnya, untuk bersedekah, berinfak, beramal jariyah, dan sebagainya. Jangan lupa, sisihkan dana untuk pemberian reward (hadiah) kepada anak-anak yang telah berhasil mengkhatamkan membaca Alquran, menghafal surat, atau menyelesaikan target-target ibadah lainnya.

Bagaimana dengan target ibadah? Target ibadah yang bisa kita coba dalam peningkatan iman dan takwa selama bulan Ramadan tersebut di bawah ini.

Target pertama adalah shalat wajib berjamaah di awal waktu. Yang laki-laki, ajaklahA� berjamaah ke masjid, yang perempuan berjamaah di rumah diimami ibu atau anak perempuan tertua. Apabila selama ini kita sudah berjamaah tetapi masih sering terlambat, kini saatnya berusaha shalat di awal waktu.

Target kedua adalah shalat tarawih. Yang sangat khas dari kegiatan bulan Ramadan dan membedakannya dengan bulan-bulan lainnya yaitu shalat tarawih. Ajaklah anak-anak kita untuk menunaikannya secara tertib dan teratur.

Target ketiga adalah tadarus dan khatam Alquran. Buatlah target khatam Alquran. Misalnya, khatam 3 kali atau hanya sekali dalam bulan Ramadan. Bila hanya satu kali, dalam sehari harus menyelesaikan 1 juz. Begitu seterusnya.

Target keempat adalah hafal Alquran. Untuk target ini, buatlah rancangan seperti target ketiga. Untuk trik dan tips cepat menghafalnya, kita bisa browsing di internet. Di sana akan banyak kita jumpai beraneka ragam cara jitu.

Target kelima adalah shalat dhuha. Mulai Ramadan, biasakanlah shalat dhuha. Mungkin yang belum biasa, akan terasa berat. Tidak perlu banyak. Cukuplah dua rakaat setiap pagi antara pukul 07.00-11.00. Yang penting rutin dan konsisten.

Target keenam adalah bersedekah. Sedekah tidak selalu berwujud materi. Senyum atau menyingkirkan benda-benda tajam berbahaya seperti duri atau pecahan gelas di tengah jalan adalah di antara wujud sedekah. Namun, penekanan bersedekah dalam konteks ini tentu saja yang berhubungan dengan harta. Prinsipnya sama dengan target sebelumnya, meskipun kecil yang penting rutin dan konsisten.

Memperhatikan aktivitas yang begitu padat selama mengisi bulan Ramadan seperti dipaparkan pada agenda kegiatan di atas, rasanya hampir tidak ada lagi waktu yang tersisa untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai ibadah. Dengan demikian, insya Allah tidak akan ada lagi bapak dan ibu yang mengeluh atau mendapati putranya keranjingan main catur, main kartu remi, tidur sepanjang hari, melotot seharian di depan layar televisi, atau perilaku-perilaku lainnya yang tidak bermanfaat selama bulan Ramadan.

Tentu, semua itu hanya bisa terwujud apabila kita sebagai orang tua mampu memberikan teladan yang baik bagi anak-anak kita. Jangan berharap anak-anak akan dapat berubah jika kita sendiri tidak atau belum memulainya. Inilah pentingnya penguatan peran keluargaa��dalam hal ini orang tua, dalam pendidikan anak.***

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *