Ketik disini

Selong

Perbanyak Razia dan Berikan Imbauan

Bagikan

Menyambut bulan Ramadan, Polres Lombok Timur turun gunung. Mereka melakukan sejumlah aksi untuk menjamin kenyamanan umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

***

SEJUMLAH polisi berpakaian preman tampak memasuki area Cafe Diamon di Labuhan Haji, Jumat malam (3/6) lalu. Mereka diiringi sejumlah petugas lain yang berseraga lengkap. Waktu baru menunjukkan pukul 21.30 Wita kala itu. Satu demi satu pengunjung diperiksa. Setiap sudut kafe juga tak luput dari mata awas para petugas.

Mencari minuman keras dan narkoba adalah tujuan mereka. Selain itu, dalam operasi cipta kondisi tersebut polisi mencoba mencegah potensi keributan yang bisa saja terjadi. Tak mendapat hasil, karena kafe dalam keadaan tutup, tim lantas bergerak ke Kafe Meliwis di dekat lokasi pertama. Pencarian kembali dilanjutkan. Lagi-lagi tak ada hasil yang diperoleh. Selanjutnya lokasi ketiga di Kafe Lim juga diperiksa dengan saksama dan ketat. Satu demi satu pengunjung ditanyai. KTP mereka juga diperiksa. a�?Tiga lokasi ini nihil,a�? kata Kasubbag Humas Polres Lotim Iptu HM Efendi.

Pemeriksaan di tiga kafe tersebut merupakan kali kedua dalam sepekan terakhir. Jelang Ramadan, pengawasan memang diperketat. Tahun lalu bahkan penutupan total dilakukan selama Ramadan. a�?Tahun ini kami masih menunggu arahan atasan,a�? kata Kapolsek Labuhan Haji, tempat dimana tiga kafe itu berada Iptu Muhajirin.

Masyarakat setempat lanjutnya memang berkeinginan dilakukan penutupan selama Ramadan. Tak hanya kafe, penjual aneka makanan yang banyak tersebar di kawasan wisata itu juga diminta tutup saat pagi hingga jelang berbuka. a�?Berbagai hal yang mengganggu tentu akan kami atur,a�? katanya.

Sebelumnya Kasat Lantas Polres Lotim AKP Bayu Eko juga sudah melakukan sejumlah langkah untuk menjamin kenyamanan umat Islam beribadah. Diantaranya merazia knalpot motor modifikasi yang menyebabkan kebisingan. A�Tak sekadar razia, knalpot yang ditemukan langsung dipotong saat itu juga. a�?Masih ada, tapi sudah berkurang,a�? katanya.

Sedang menyangkut petasan, Kapolres Lotim AKBP Karsiman juga mengatakan ada aturan ketat yang diberlakukan. Mereka merujuk pada nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Gumi Selaparang. Langkah diperlukan siap diambil pihaknya jika memang keberadaan mercon tersebut mulai meresahkan. Bahkan penegakan hukum maksimal bisa saja dijalankan. UU Darurat menurutnya bisa menjadi pintu masuk aparat kepolisian dalam melakukan penindakan. a�?Bisa 12 tahun maksimal,a�? katanya.

Karsiman menambahkan semua langkah yang diambil berdasar keperluan. Bisa saja dilakukan pelarangan penuh, bisa juga sebagian. Secara izin, Polda NTB memang merupakan pihak yang berwenang, namun polres menurutnya bisa mengambil langkah yang diperlukan sesuai keadaan. a�?Potensi masing-masing daerah kan berbeda-beda,a�? jelasnya.

Selain melakukan sosialisasi dengan turun langsung ke masyarakat, patroli juga sudah direncakan. Selama Ramadan berbagai jenis kegiatan sudah tersusun. Tujuannya sama, yakni menjaga keamanan dan ketertiban wilayah dari berbagai potensi gangguan yang ada. (Wahyu prihadi/Selong/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *