Ketik disini

Metropolis

Makin Energik, Makin Nyaman

Bagikan

MATARAM – Evaluasi Sekolah Olah Seni Taman Budaya Provinsi NTB pada Sabtu malam (4/6) terasa spesial.Malam itu menjadi malam pertama pentas rutin sebagai evaluasi siswa binaan Taman Budaya pentas di arena tertutup yang diresmikan akhir 2015.

Malam itu juga terasa berbeda lantaran Sabtu malam itu perpisahan Kepala Taman Budaya Provinsi NTB Endah Setyorini yang mulai kemarin bertugas sebagai Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB.

Dia diganti Faisal, yang sebelumnya menjabat Kabid Kebudayaan Budpar NTB.

Di dalam gedung pentas yang berkursi empuk dan AC yang dingin, ratusan lebih orang tua dan kerabat para siswa Sekolah Olah Seni memenuhi ruangan.

Sebagian harus rela duduk melantai di lorong antara di sisi kiri dan kanan kursi. Suara hiruk pikuk para orang tua yang memberikan dukungan pada putra putri mereka menambah keramaian.

Beberapa kali para orang tua harus menenangkan putra putri mereka yang terlalu semangat memberikan dukungan pada teman mereka yang tampil.

Pentas malam itu dibuka oleh penampilan musik tradisi. Usai pentas musik tradisi dilanjutkan dengan musik band.

Usai pentas musik, acara dilanjutkan pentas tari payung dan tari pongan. Pada pentas tari payung digambarkan keceriaan anak-anak. Mereka menari dengan lepas.

Kesalahan kecil gerakan beberapa penari yang masih belia justru menjadi bumbu pentas itu. Para orang tua memberikan aplaus.

Begitu juga saat tari Pongan. Gerakan lincah memainkan pecut membuat para penonton heboh. Terasa sekali dukungan para orang tua pada penari cilik di atas panggung.

a�?Pentas ini rutin untuk mengevaluasi hasil latihan sekolah olah seni,” kata Kepala Taman Budaya Provinsi NTB Endah Setyorini pada saat itu.

Setelah penonton disuguhkan tarian yang energik, ruangan kembali senyap. Permainan gitar akustik menurunkan kehebohan penonton.

Permainan gitar para siswa yang duduk di bangku SD-SMP, mengiringi dua vokalis yang juga binaan Taman Budaya.

Rasanya seperti menonton pertunjukan profesional. Mereka bermain dengan total.

Selanjutnya berturut-turut siswa masih-masing kelas menunjukkan penampilan terbaik mereka.

Kelas vokal, biola, tari deguk, tari kembang sembah, tari zapin, tari kompang, modern dance, tari wura bungi monca, dan bala anjani menjadi hiburan luar biasa pada Sabtu malam itu.

a�?Anak-anak yang pentas diharapkan tetap bersemangat untuk latihan. Kelak siapa tahu mereka akan menjadi seniman,” kata Endah.

Sementara itu, di luar ruangan, karya lukis, gambar, grafis para siswa binaan Taman Budaya menghiasai dinding ruang depan arena tertutup itu. (fat/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *