Ketik disini

Praya

Masjid Agung Tetap Dikerjakan, Kejar MTQ Nasional

Bagikan

Pemkab terus menyelesaikan tugas penataan kawasan di Pusat Kota Praya, Lombok Tengah (Loteng). Salah satunya, adalah masjid Agung Praya.

***

KENDATI puasa Ramadan, para tukang yang bekerja menata masjid Agung di Praya, tetap bekerja seperti biasa. Mereka dikejar waktu, lantaran rumah Allah itu, akan dijadikan lokasi MTQ tingkat nasional.

Mereka dipastikan tetap bekerja seperti biasa, tidak ada hari libur. Kecuali, hari pertama puasa saja. Selanjutnya, mereka akan berpacu dengan waktu. Karena, Yayasan Masjid Agung dan Pemkab, telah memasang target, agar para tukang tersebutA� menyelesikan pekerjaannya sebelum pembukaan MTQ nasional mendatang. Jika tidak, sanksi menunggu.

Untuk mengetahui mereka bekerja atau tidak, Ketua Yayasan masjid Agung, HL Supardan tetap a�?menyanggongia�? mereka. Dia mengawasi setiap item pekerjaan yang ada, dari penataan taman, lampu, air mancur, jendela masjid, hingga urusan warna cat.

Mulai hari ini (Selasa), mereka kembali bekerja, mengangkat batu, bata dan lain sebagainya. Puasa tak bisa dijadikan alasan untuk bermalas-masalan. Mereka pun menerima dengan senang hati.

a�?Mau puasa atau tidak, sama saja. Kami tetap bekerja,a�? ujar para tukang di masjid Agung.

Tahun sebelumnya, mereka bisa santai, istirahat secukupnya dan bisa tidur-tiduran di masjid. Namun, tahun ini sedikit berbeda, mereka harus menyesuaikan waktu.

Dari pantuan Lombok Post, tinggal beberapa item pekerjaan lagi, yang belum diselesaikan para tukang. Sebut saja, pemasangan paving block area parkir kendaraan, penanaman rumput, pemindahan tempat wudu dan pemasangan lampu hias. Mereka menargetkan, sebelum hari raya Idul Fitri masjid Agung, sudah kinclong.

a�?Alhamdulillah, para tukang yang bekerja di masjid Agung, bekerja keras berpacu dengan waktu. Selama bulan puasa Ramadan, mereka tidak libur, mereka tetap bekerja seperti biasa,a�? ujar Supardan.

Sembari masjdi ditata, tambah Supardan pelaksanaan ibadah tetap berjalan. Karena, penataan dilakukan diluar area bangunan. Kecuali, pemasangan pintu dan jendela yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 1 miliar lebih.

a�?Tunggu saja, beberapa minggu kedepan, perubahannya,a�? ujarnya.(Dedi Shopan Shopian/Lombok tengah/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *