Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Tetap Borong meski Harga Naik

Bagikan

Sudah menjadi kebiasaan, jelang Ramadan pasar akan sangat ramai. Banyak masyarakat berbelanja sebagai persiapan berbuka serta sahur.

***

PAGIA�hari Pasar Kebon Roek Ampenan sudah mulai ramai. Padahal waktu itu masih menunjukkan pukul 06.00 Wita. Pedagang yang datang masih belum banyak, tapi pembeli sudah memenuhi pasar untuk berbelanja.

Banyak ibu-ibu terlihat menenteng tas belanjaan yang sudah penuh dengan belanjaan. Barang yang dominan dibeli antaranya kangkung, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi.

Harga kebutuhan ini sebenarnya sudah melonjak beberapa hari sebelum Ramadan Namun karena kebutuhan, warga tetap membelinya.

a�?Kenaikan tertinggi itu biasanya tiga hari sebelum puasa dan seminggu awal puasa,a�? kata seorang pedagang daging Siti pada Lombok Post kemarin (6/6).

Naiknya harga barang ini memang sudah diperkirakan pedagang. Kenaikan harga di tingkat pedagang disebabkan kenaikan harga di tingkat pengepul. Pantauan Koran ini kemarin di Pasar Kebon Roek sejumlah bahan kebutuhan pokok harganya naik. Tomat segar yang semula harganya Rp 4 ribu perkilogram, kini menjadi Rp 6 ribu perkilogramnya. Daging ayam semula Rp 28 ribu perkilogram, kini menjadi Rp 35 ribu perkilogram. Bawang merah dari sembalun kini harganya Rp 35 ribu perkilogram, naik Rp 5 ribu dari harga sebelumnya. Sedangkan bawang merah dari Bima harganya naik Rp 3 ribu perkilogramnya.

Telur perbiji kini Rp 1400-1500 semulanya Rp 1200-1300. Bawang bombay yang semula Rp 18 ribu, kini mencapai Rp 24 ribu perkilogramnya. Sementara untuk kenaikan harga sayur bervariasi mulai dari Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu perkilogramnya.

Sementara untuk harga daging sapi kelas 1 berkisar Rp 120 ribu sampai dengan Rp 125 ribu perkilogram, kelas 2 berkisar Rp 110 ribu sampai dengan Rp 115 ribu perkilogram, dan tetelan Rp 80 ribu sampai dengan Rp 85 perkilogram.

Pedagang mengaku tidak semua bahan kebutuhan pokok saat ini mudah didapatkan. Padahal barang itu sering dicari pembeli. Misalnya wortel lokal kualitas bagus.

Seorang pembeli di Pasar Kebon Roek menilai kebaikan harga bahan kebutuhan pokok ini biasa terjadi setiap tahunnya. Karenanya kenaikan harga ini telah mulai diantisipasi. Misalnya dengan mengurangi konsumsi sebelum Ramadan tiba.

a�?Kenaikannya biasanya awal puasa dan akhir puasa. Sedangkan pada pertengahan akan kembali normal ke harga hariannya,a�? kata seorang ibu rumah tangga Fitria saat dijumpai di Pasar Kebon Roek kemarin.

Kondisi harga yang melejit ini pastinya akan berdampak pada berkurangnya daya beli. Sehingga masyarakat mencari alternatif lainnya untuk daging yang lebih murah. a�?Biasanya saya dan keluarga akan mencari ayam,a�? ujarnya.

Tingginya harga bahan kebutuhan pokok diantisipasi pemerintah dengan menggelar operasi pasar murah. Seperti yang dilakukan Pemprov NTB di arena Car Free Day Udayana minggu kemarin.

Pasar murah ini tak ayal diserbu masyarakat. Mereka berbondong-bondong datang membeli barang kebutuhan yang dijual dengan harga di bawah pasaran.

Di pasar murah ini, sejumlah bahan kebutuhan pokok dijual dengan harga miring. Harga daging kelas dua misalnya dijual Rp 95 ribu perkilogram. Telur ayam pertrai yang diagen sudah sekitar Rp 37 ribu bisa didapatkan dengan harga Rp 35 ribu. Sedangkan ayam perekornya dijual sekitar Rp 40 ribuan. (Nurul Hiadayati/Mataram/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *