Ketik disini

Selong

Pol PP Lotim Tebar Ancaman

Bagikan

SELONG – Satuan Polisi Pamong Praja Lombok Timur (Satpol PP Lotim) menegaskan tak ada toleransi bagi pengganggu ketentraman dan keterbiban umum (trantibum) selama Ramadan. Apapun alasannya, tindakan tegas pasti diberikan bagi yang melanggar.

a�?Sudah jelas apa-apa saja yang dilarang itu,a�? kata Kasatpol PP Lotim Salmun Rahman.

Larangan pertama menyangkut petasan. Selanjutnya warung yang buka pada siang hari. Ada juga larangan terkait tempat hiburan, termasuk larangan gelandangan dan pengemis serta anak jalanan. Hal tersebut lanjutnya sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) bupati terkait Ramadan.

a�?Suratnya sudah disebar ke kecamatan dan desa,a�?katanya.

SE tersebut sekaligus menjadi penguat Perda 4/2007 terkait Trantibum. Secara khusus pihaknya mulai memantau keadaan di berbagai penjuru Gumi Selaparang. Jika ada yang melanggar, tentu tindakan tegas akan diambil. Misalnya ditemukan penjual makanan yang buka disiang hari, saat itu juga makanannya akan diangkut petugas.

a�?Supaya ada efek jera, kami tak main-main,a�? ancamnya.

Khusus terkait gelandangan, pengemis, dan anak jalanan yang biasanya meningkat jumlahnya saat Ramadan, masyarakat diminta membantu dengan tidak memberikan uang. pasalnya jika diberikan, akan membiasakan mereka untuk terus meminta-minta.

a�?Ada jalurnya kalau mau bersedekah,a�? katanya.

Kepala Bazda Lotim H Rwitah Asyari mengatakan bagi masyarakat yang hendak menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya, bisa melalui badan yang dipimpinnya. Sebagai organisasi yang mengurusi hal tersebut, Bazda merupakan pihak yang berkompeten melanjutkan sumbangan masyarakat. a�?Kami salurkan ke yang memerlukan sesuai aturan dalam agama,a�? jawabnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *