Ketik disini

Metropolis

Disperindag Nggak Boleh Tinggal Diam

Bagikan

MATARAM – Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB untuk tidak tinggal diam menyusul lonjakan harga kebutuhan pokok pada bulan Ramadan ini. Upaya menyetabilkan harga bisa dilakukan dengan menggelar operasi pasar.

a�?Saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar melakukan operasi pasar pada saat Ramadan, sehingga harga bisa dikendalikan,” kata Amin.

Disperindag diminta terus memantau harga-harga komoditas yang naik. Sebab jika tidak terkendali bisa menyebabkan konsumen merugi. Selain itu yang perlu diawasi ialah rantai distribusi komoditas bahan pokok.

“Pemantauan terhadap harga komoditas, rantai distribusi komoditas, dan menyangkut kelangkaan harus terus diawasi,” tegasnya.

SKPD terkait perlu memastikan konsumen tidak merasa kesulitan memperoleh komoditas bahan pokok dan bisa terjangkau. Sekaligus untuk menjaga inflasi.

a�?Nanti kita akan koordinasi lagi dengan SKPD terkait dan tim pengendalian inflasi daerah untuk menyikapi melonjaknya hargga saat ini,a�? kata Amin.

Diberitakan sebelumnya, instruksi Presiden untuk menekan harga komoditas utama selama Ramadan juga tak bisa dikawal oleh Pemprov NTB.

Beberapa komoditas harganya naik, terutama pada gula dari harga Rp 12 ribu perkilo kini melesat menjadi Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu perkilo. Telur juga yang biasanya dijual Rp 15 ribu kini naik menjadi Rp 17 ribu per kilo. Bersamaan dengan itu, harga daging juga terpantau masih tinggi.

Untuk daging kualitas satu, dipatok dengan harga Rp 120 ribu per kilo dan sekitar Rp 100 ribu per kilo untuk daging kualitas dua. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *