Ketik disini

Selong

Momentum Introspeksi, Bertekad Perbaiki Diri

Bagikan

Ramadan sudah memasuki hari ketiga. Bagi para tahanan di Rutan Kelas II B Selong, Ramadan adalah saat melakukan perenungan dan menanamkan niat untuk memperbaiki diri.

***

AZANA�Isya berkumandang dengan merdu di sebuah musala. Tak berselang lama, jamaah sudah datang. Mereka hendak menunaikan salat Isya dilanjutkan tarawih dan witir berjamaah. Berpakaian rapi, mereka yang datang tampak memanjatkan doa usai melaksanakan salat sunah. Tak ada yang berbeda dibanding tempat ibadah lainnya.

Yang membedakan hanya pengamanan saja. Ini adalah Rutan Kelas II B Selong tempat khusu bagi para pesakitan. Karena itu selain warga binaan dan petugas pemeriksaan ekstra ketat berlaku. Termasuk untuk koran ini.

a�?Harap maklum mas, ini prosedur tetap di Rutan Selong,a�? kata seorang sipir.

Ya, rumah ibadah itu ada di dalam rutan. Tembok tinggi yang mengelilinginya, dengan terali-terali kokoh menjadi pembatas dengan dunia luar. Dari kejauhan, sebuah menara pengawas tampak menjulang tinggi. Disana ada petugas yang memantau dengan awas setiap pergerakan di bawahnya.

Namun bagi 224 warga binaan yang ada di sana malam itu, semua sudah biasa dilalui. Tak ada rasa risih sedikitpun, bahkan ketika mengetahui Lombok Post berkunjung.

a�?Sudah ambil wudhu mas,a�? kata Ahman, salah seorang penghuni menyapa ramah.

Baginya dan penghuni rutan lain, momentum Ramadan adalah saat memperbaiki diri. Kendati berstatus tahanan yang terrampas kebebasannya, toh mereka juga manusia biasa. Pernah berbuat salah dan khilaf.

a�?Inilah saatnya kami introspeksi diri,a�? katanya.

Keadaan di dalam rutan juga sangat mendukung mereka untuk berubah. Berbagai kegiatan Ramadan sengaja diadakan pihak rutan. Selepas tarawih berjamaah, tiba waktunya ceramah ramadan. Bisa diisi oleh napi, bisa juga petugas rutan, atau mendatangkan penceramah dari luar. Berbagai materi tentang keimanan dan ketakwaan dimasukkan. Biasanya pada saat ceramah ramadan itulah banyak tahanan yang merasa terketuk. Tak jarang air mata tangis mengucur tiba-tiba di pipi.

a�?Harapn kami, ini merasuk dalam diri mereka dan begitu keluar nanti bisa jadi pribadi yang lebih baik,a�? kata Kepala Rutan Kelas II B Selong Mukti Panji Pamungkas.

Selain itu ada juga kegiatan tadarus yang dilakukan saat malam hingga menjelang sahur. Setiap malam bergantian 25 orang mengikuti jadwalnya. Saat sahur dan berbuka, suasana kekeluargaan biasnya makin tampak di rutan tersebut. Warga binaan yang satu dengan lainnya tak segan berbagi makanan. Biasanya ada keluarga yang datang menjenguk dan menitipkan makanan. Itulah yang dibagi satu dengan lainnya.

a�?Sangat indah melihat mereka belajar berbagi, dan saling membantu,a�? lanjutnya.

Sore harinya, ada juga kegiatan diskusi keagamaan yang dilakukan. Disamping itu, pembelaaran berbagai skil dan keterampilan juga tetap dilakukan saat pagi dan siang hari. Ada bercocok tanam semisal jahe merah. Ada kegiatan pertukangan yang membuat batako dan closet. Semua diadakan rutan untuk memberi aktivitas positif bagi para tahanan.

Selain untuk mengisi hari-hari mereka selama berada dalam rutan, kegiatan itu diharap bisa menjadi penentu titik balik arah dan tujuan hidup mereka selanjutnya. (Wahyu Prihadi/Selong/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *