Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Puluhan Ton Bawang Dibuang ke Kantor Bulog

Bagikan

KOTA BIMA – Kelompok tani dan pedagang bawang merah dari Kecamatan Woha dan Monta mendatangi Kantor Bulog Subdivre II Bima, kemarin (7/6). Mereka memprotes sekaligus mempertanyakan kejelasan pengiriman bawang merah.

Para petani ini datang menggunakan truk dan mobl pickup. Kali ini, mereka membawa pula bawang merah yang tak jadi dikirim. Sekitar 30 ton bawang mereka itu dibawa ke Kantor Bulog.

Mereka membuang bawang yang sudah dikemas dalam karung itu di halaman kantor. Ada juga yang dibuang ke dalam ruangan kantor bulog. Sementara, sebagian bawang dibiarkan berada dalam truk.

Pengepul bawang Marwan mengaku, telah mengumpulkan bawang dari petani sejak 25 hari lalu. Rencananya, bawang itu akan dikirim dua minggu lalu. Tapi, pengiriman gagal karena menunggu keputusan dari Menteri.

Akibat penundaan pengiriman, sambung dia, bawang mengalami penyusutan. Dari 20 ton bawang yang dikumpulkan kini beratnya menjadi 18 ton.

a�?Saya sendiri sudah rugi 2 ton, belum pengepul yang lain. Kerugian kelompok tani cukup besar,a�? ungkapnya di halaman Kantor Bulog, kemarin.

Marwan menegaskan, dirinya bersama petani lain sengaja mengangkut bawang ke kantor Bulog. Karena bawang tersebut sudah menjadi milik Bulog. Hanya saja pembayarannya belum diselesaikan.

a�?Bagi saya, bawang ini punya Bulog. Karena yang meminta kami untuk mengumpulkan bawang itu Bulog,a�? tegasnya.

Petani bawang lain Mustakim menuturkan, dirinya sudah mengumpulkan bawang sebulan lalu. Namun bawang tersebut belum juga diangkut dan dibayar. Ia menilai Bulog tidak bertanggungjawab dan terkesan menghindar.

a�?Kami mengangkut bawang ke sini agar Bulog segera menyelesaikan pembayarannya,a�? tegas Mustakim.

Sementara, kondisi bawang mulai memprihatinkan. Selain ada yang menyusut, sebagian sudah mulai membusuk.

Mustakim menjelaskan, disamping masalah menyusutnya berat bawang, ia juga dihadapkan dengan desakan petani yang meminta pembayaran.

a�?Jika tidak segera diangkut, saya yakin semua bawang akan membusuk. Kami ini terus dikejar oleh petani,a�? terangnya.

Berdasarkan perjanjian awal antara Bulog dengan kelompok tani, harga bawang per kilogram sebesar Rp 20 ribu. A�Kuota pembelian bawang sebanyak 750 ton. Sisa kuota yang belum dikirim sebanyak 272 ton.

Informasi terakhir, sisa kuota tersebut akan dibeli Bulog. Namun dengan harga yang baru, Rp 16.480 perkilogram.

Adanya penurunan harga ini membuat kelompok tani menolak dan menginginkan harga sesuai kesepakatan.

Kepala Bulog Sub Divre II Bima Raden Guna Dharma yang dihubungi via ponsel mengaku sedang berada di Jakarta.

Ia belum bisa memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Karena masih menunggu keputusan rapat direksi.

a�?Saya belum bisa beri komentar, tunggu hasil rapat direksi dulu,a�? katanya singkat. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *