Ketik disini

Headline Tokoh

Stunting Masih Momok NTB

Bagikan

MATARAM – Di NTB kasus gizi buruk sudah tidak asing lagi. Hampir setiap tahun kasus gizi buruk selalu ditemukan.

Kekurangan gizi pada bayi maupun balita harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Selain kasus gizi buruk, satu permasalah kekurangan gizi yang dihadapi masyarakat NTB yakni stunting.

“Stunting ini adalah gejala kekurangan gizi yang menyebabkan pertumbuhan anak terhenti. Dengan kata lain, anak tumbuh pendek, tapi bukan kerdil,” jelas dr Lina Nurbaiti, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mataram kepada Lombok Post.

Dijelaskan dokter alumni Fakultas Kedokteran UGM ini , dari penelitian yang dilakukannya, angka stunting di NTB masih cukup besar.

Di tahun 2013 lalu, dari hasil riset kesehatan daerah (Riskesdas), jumlah kasus stunting di NTB mencapai 40 persen. Data diambil secara sampel di sejumlah daerah yang ada di NTB.

Ini tentu menjadi ironi dimana NTB yang dikenal sebagai daerah penghasil pangan dan daging sapi justru masyarakatnya mengalami kekurangan gizi.

“Faktornya disebabkan banyak hal. Mulai dari kurangnya pemahaman akan pentingnya mencukupi kebutuhan gizi dari masyarakat, kualitas gizi ibu saat mengandung hingga asupan gizi anak-anak dalam masa pertumbuhan,” jelas perempuan kelahiran Praya 1982 ini.

Untuk itu, melalui beberapa program pemerintah ia terlibat untuk mendorong peningkatan kualitas gizi ibu dan bayi. Baik sejak dalam kandungan hingga setelah melahirkan.

Pasalnya, kondisi asupan gizi seorang perempuan ketika mengandung dijelaskan mempengaruhi pertumbuhan anak nanti. Termasuk kasus stunting yang banyak dialami anak-anak di NTB.

“Karenanya, seorang perempuan yang akan menjadi calon ibu harus memperhatikan asupan gizinya. Termasuk saat menyusui nanti, karena asupan gizi mempengaruhi kualitas Air Susu Ibu (ASI). Yang tak kalah penting, anak juga harus mendapatkan ASI eksklusif,” jelasnya. (ton/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *